Terkini Nasional
Sosok Arvila Delitriana, Perancang Jembatan LRT Jabodetabek, Dipuji Insinyur Luar hingga Jokowi
Nama Arvila Delitriana mendadak booming. Foto dan videonya mengisi halaman media massa maupun media sosial akhir 2019.
Editor: Claudia Noventa
“70 persen pekerjanya tenaga asing. Beliau ini ditempatkan Pak Habibie untuk menyerap ilmu-ilmunya asing itu. Coba bayangkan, saya mendapatkan ilmu dari beliau,” ungkap ibu beranak dua itu.
Dengan bantuan Jodi jugalah, Dina menemukan passionnya. Ia mengerti filosofi jembatan.
Bahkan ia menganggap bahwa jembatan adalah anak-anaknya.
“Anak-anak (jembatan) saya yang besar banyaknya di Riau, ada juga di Kalimantan dan Sulawesi. Yang paling berkesan Jembatan Kali Kuto dan Jambatan Bagan Siapi Api,” kata Dina.
Jembatan lengkung LRT
Salah satu karyanya yang fenomenal adalah jembatan lengkung LRT Jabodetabek. Saat itu usulannya berseberangan dengan konsultan dari Perancis mengenai pier (tiang jembatan).
“Mereka (konsultan) asing tidak berpikir, Indonesia itu ribet. Urusan pembebasan lahan, macet. Kalau ditutup bakal macet. Saya usulkan hilangkan pier-nya,” imbuhnya.
Konsultan asing tidak percaya dengan sistem yang diajukannya, karena risiko dan bahayanya tinggi. Belum tentu juga Adikarya bisa membuatnya.
“Mereka bilang, di dunia aja nggak ada. Masa beraninya bikin di Indonesia. Mereka tidak pernah berkata oke, sampai jembatan itu nyambung,” ungkapnya.
Namun Dina percaya dengan hasil hitungannya. Meski diragukan konsultan asing, ia terus jalan.
• Ngabalin Sebut Alasan Jokowi Tak Nyalakan Lampu Motor: Jangan Disamakan dengan Masyarakat Umum

Untungnya ia mendapat dukungan penuh dari komite jembatan di PUPR yang kebanyakan dosennya.
Walaupun, sebelum mendapat dukungan, ia harus melalui berbagai sidang untuk mempertanggungjawabkan perhitungan jembatan lengkungnya.
Selama proses pembangunan jembatan berlangsung, Dina degdegan, mules, bahkan saat jembatan akan nyambung, ia merasa sudah bukaan 10 dan tidak bisa pikir yang lain.
“Begitu nyambung (jembatan), mereka bilang: Din, bayi lu lahir ya? Hooh. Leganya kaya abis melahirkan bayi,” kata Dina
Setelah tersambung, konsultan asing menyatakan “approve”. Sedangkan leader-nya, insinyur dari Jepang mengakui kemampuan Dina.