Konflik RI dan China di Natuna
Alasan Prabowo Tak Galak ke China soal Natuna, Fadli Zon: Secara Fisik Pasti Kalah, Harus Realistis
Fadli Zon mengatakan pernyataan Prabowo soal Natuna didasari asumsi realistis bahwa Indonesia tak akan mampu menang melawan China secara fisik
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
"Jawaban saya gampang sekali, jadi selama ini ke mana saja," ujarnya.
"Setelah Pak Prabowo lihat kenyataannya memang kekuatan kita sangat lemah sekali di sana," lanjut Fadli Zon.
Ia mengatakan justru pada saat Prabowo menjadi Menhan, Indonesia baru serius memerhatikan kekuatan pertahanannya.
"Jadi kita wasting (membuang) berapa tahun untuk memperkuat armada kita di perbatasan, dan baru sekarang kita serius di bawah kepemimpinan Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan," tegas Fadli Zon.
• Jokowi ke Natuna: Akan Temui Ratusan Nelayan, Tinjau Jajar Kapal, hingga Bagikan Sertifikat
Sudah Pasti Kita Kalah
Fadli Zon mengatakan apa yang dilakukan oleh Prabowo berdasarkan asumsi perbandingan kekuatan militer Indonesia dan China.
Ia menjelaskan apabila menghadapi China secara frontal, Indonesia dapat dipastikan kalah.
"Sekarang pertanyaannya, kalau kita konfrontasi dengan China secara fisik, sudah pasti kita kalah," terang Fadli Zon.
"Kita harus realistis," katanya.
Fadli Zon membenarkan apa yang dilakukan oleh Prabowo.
Menurutnya Prabowo telah membongkar kelemahan pertahanan di Indonesia.
Kemudian baru di era ini, pertahanan Indonesia dibenahi secara serius oleh Prabowo.
"Selama ini menurut saya mungkin kita belum (mengerahkan armada dan memperkuat persenjataan)," jelas Fadli Zon.
"Baru ketika ada masalah, kekuatan kita terlihat, bahwa kita tidak mempunyai kekuatan yang memadai, dan ini yang harus sekarang diperkuat," tandasnya.
• Soal Masalah Natuna, Pengamat Sarankan Menlu Koordinasi dengan Negara ASEAN Lain
Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal: