WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris
Reynhard Sinaga Klaim Para Korban Sadari Aksi Pemerkosaannya: Mereka Berpura-pura Tidur
Didakwa lakukan pemerkosaan dan perekaman kepada para korbannya, pelaku kasus perkosaan di Inggris, Reynhard Sinaga membantah.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Reynhard Sinaga, pria asal Indonesia yang mengejutkan publik karena kasus pemerkosaan yang dilakukannya, membantah semua tuduhan.
Ia dinyatakan bersalah oleh pengadilan Manchester Inggris karena telah memerkosa puluhan pria.
Namun, ia menyangkal tindakan itu dilakukan secara paksa, melainkan atas dasar suka sama suka.
• Kesaksian Polisi atas Kasus Perkosaan Terbesar Inggris oleh Reynhard Sinaga: Seperti Tonton 1500 DVD
Dilansir BBC Indonesia, Kamis (7/1/2020) Reynhard menjalani sidang selama empat kali yang berlangsung selama lima minggu, mulai dari Juni 2018 hingga Desember 2019.
Pria asal Jambi ini pun harus menerima 159 dakwaan.
Sebanyak 48 pria dilaporkan menjadi korban kebejatannya, pada pembacaan keputusan vonis pada sidang tahap keempat, pada 13 Desember 2019 lalu.
Reynhard memberikan pembelaannya di hadapan tim juri yang berjumlah 12 orang, melalui pertanyaan yang diajukan oleh pengacaranya, Richard Litter.
Pria yang menempuh pendidikan S3 di Inggris ini pun berujar, ia melakukan aksi tersebut dalam keadaan sadar.
Tak hanya memerkosa, Reynhard juga melakukan perekaman saat aksi bejat tersebut berlangsung.
Reynhard merekam tindak perkosaannya terhadap puluhan korban melalui dua telepon genggamnya.
Ia juga mengungkapkan perekaman dilakukan sudah disetujui oleh seluruh korban.
Namun, jaksa mengatakan seluruh pria dalam video tersebut dalam keadaan tertidur dan tak bereaksi apapun ketika Reynhard melakukan aksinya.
Reynhard lalu membantah tudingan tersebut.
"Mereka berpura-pura tidur."
• Kesaksian Para Korban Perkosaan WNI Reynhard Sinaga di Inggris: Ingin Bunuh Diri hingga Beri Kutukan
Polisi melacak para korban melalui rekaman video pemerkosaan yang dilakukan Reynhard dalam rentang waktu dua setengah tahun dari Januari 2015 sampai ia tertangkap pada Juni 2017.