WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris
Kesaksian Para Korban Perkosaan WNI Reynhard Sinaga di Inggris: Ingin Bunuh Diri hingga Beri Kutukan
Reynhard Sinaga terbukti terlibat dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual pada 48 pria. Lalu bagaimana ungkapan para korban?
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
"Saya didiagnosis mengalami depresi parah dan diberi obat antidepresi. Saya juga mulai mengikuti konseling."
Banyak korban yang berharap agar Reynhard diberikan hukuman yang setimpal.
Bahkan, ada yang bersumpah agar Reynhard kekal di neraka.
• Gestur Predator Seks Reynhard Sinaga saat Bantah Membius dan Memperkosa: Sisir Rambut dengan Jari
"Saya harap dia tidak pernah akan keluar dari penjara dan dia membusuk di neraka," ujar korban Reynhard.
"Tak ada hukuman penjara yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap saya," ungkap korban lainnya.
Kemudian, korban lainnya mengatakan, "Saya ingin Sinaga mendapat ganjaran hukuman penjara selamanya karena perbuatan itu menyebabkan dampak besar. Tak hanya hidup saya namun juga teman-teman dan keluarga serta para korban lain."
Lalu ada pula korban yang mengaku berterima kasih dengan Kepolisian Manchester yang memberikan bantuan moral untuk menghadapi kenyataan yang harus dihadapi.
"Saya sadar saya telah mendapatkan bantuan yang saya perlukan selama saya membutuhkannya. Saya ingin berterima kasih kepada polisi, mereka sangat membantu saya," ujar seorang korban.
Sedangkan yang lainnya mengatakan, "Saya mendapatkan bantuan dari ISVA (Penasihat independent untuk Kekerasan Seksual/Independent Sexual Violence Advisor) dari St Mary's (Rumah sakit di Manchester)."
"Dan saya tidak dapat melalui ini tanpa bantuan itu. Ada saat di mana saya tak bisa bangkit dan menghadapi kenyataan ini,"
• Pura-pura Baik, Begini Modus WNI Reynhard Sinaga Bisa Lakukan Perkosaan pada Puluhan Pria di Inggris
Sosok Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga merupakan seorang pelajar asal Indonesia yang telah didakwa hukuman seumur hidup di Inggris.
Hukuman tersebut dijatuhkan kepada Reynhard atas tindakannya yang mencabuli puluhan pria di Inggris.
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, Senin (6/1/2020), Reynhard datang dari Indonesia pada tahun 2007.
Polisi mengatakan Reynhard tiba di Inggris pada tahun 2007 menggunakan visa pelajar saat mengambil program S2 sosiologi di Universitas Manchester.