Terkini Daerah
Anggota DPRD Cabut Tiang Listrik di Tulungagung, Diduga Kesal Istrinya Kalah Pilkades
Anggota DPRD Tulungagung mencabut tiang listrik di Desa Kedungcangkring, diduga marah istrinya kalah dalam Pilkades.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPRD Tulungagung, Jawa Timur, Basroni, mencabut tiang-tiang listrik di Desa Kedungcangkring diduga karena kesal istrinya kalah pemilihan kepala desa (Pilkades).
Dikutip dari TribunJatim.com, tampak sejumlah 40 tiang listrik yang terbuat dari beton dengan pipa paralon roboh di sepanjang jalan Dusun Jati, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung pada Selasa (7/1/2020).
Tiang-tiang listrik tersebut patah di bagian bawahnya, meskipun tidak tercabut sepenuhnya karena ada tulang dari besi beton eser yang tampak melengkung.
• Bantah Gengsi Politik, Anggota DPRD Fraksi Gerindra Beberkan Hal-hal yang Telah Dikerjakan Anies
• Sabet Juara 1 Sayembara Desain Ibu Kota, Ini Jumlah Fantastis Uang yang Diraih Tim Nagara Rimba Nusa
Beberapa tiang dijebol pada pondasinya dan diangkut pergi, menyisakan bekas pondasi di pinggir jalan rusak.
Basroni yang dulu menjabat sebagai Kepala Desa Kedungcangkring membiayai pemasangan tiang listrik dan dipasang secara mandiri oleh warga.
Setelah Pemilihan Legislatif 2019, Basroni terpilih menjadi anggota DPRD Tulungagung.
Warga menduga Basroni kesal lantaran istrinya tidak terpilih dalam Pilkades Tulungagung.
Warga kecewa karena sebelumnya turut berjuang mengantarkan Basroni yang diusung Partai Gerindra menjadi anggota DPRD Tulungagung.
Setelah menjadi anggota DPRD, diketahui memang ia mengusung istrinya, Seniwati menjadi calon kades.
Dalam pemilihan, Seniwati kemudian kalah dari calon lain, Suyadi.
• Kisah Asminiwati, Mantan Kembang Desa yang Disekap sang Ibu, Dikira Warga Masih Kerja di Luar Kota
Jalan Desa Jadi Gelap
Menurut keterangan warga, keberadaan tiang listrik sangat vital karena menerangi jalan yang gelap dan berkelok.
“Tiang listrik ini sangat vital, karena menerangi jalan yang sepi dan berkelok. Kalau malam sangat gelap,” ujar seorang warga, dikutip dari Surya.co.id.
Kepala Desa Kedungcangkring, Suyadi, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Meskipun demikian, Suyadi mengatakan warga setempat tidak terpengaruh kejadian itu.