Breaking News:

Konflik RI dan China di Natuna

Mantan KSAL Bernard Kent Sondakh Nilai Pengusiran Kapal China Tepat: Kapal Perang Kita Bergerak

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Bernard Kent Sondakh angkat bicara terkait kapal China yang masuk ke perainan Natuna.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
Channel Youtube Talk Show tvOne
Bernard Kent Sondakh saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang tv One pada Minggu (5/1/2020). Ia angkat bicara terkait kapal China yang masuk ke perainan Natuna. 

Namun, ia mengatakan bahwa aksi tegas bukan dimaksudkan untuk bermusuhan, melainkan menunjukkan ke negara lain bahwa Indonesia berkomitmen menjaga wilayahnya.

"Itu bukan kita berarti ingin berkonfrontasi, kita hanya ingin menunjukkan niat bahwa itu wilayah kita yang harus kita amankan," lanjut Bernard.

Lihat videonya mulai menit ke-1.46:

China Klaim Natuna karena Nine Dash Line

Hubungan diplomatik Indonesia dengan China sedang memanas karena permasalahan batas wilayah laut di perairan Natuna, Kepulauan Riau, nine dash line (sembilan garis putus-putus) yang diklaim China.

Sebelumnya diketahui kapal coast guard asal China memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia untuk mengawal nelayan China mencari ikan.

Akibatnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia melayangkan nota protes melalui Duta Besar China yang kemudian diteruskan ke Beijing.

 Pengamat Beberkan Cara Menangkan Pertarungan atas Klaim Natuna dari China, Sebut Kata Kunci

Sebagai reaksi atas protes tersebut, China malah mengklaim kapalnya tidak melanggar hukum internasional dan memiliki hak kedaulatan atas wilayah perairan tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, sebetulnya ada beberapa negara yang bersengketa dengan China terhadap batas wilayah lautnya.

Selain negara-negara ASEAN, China juga pernah berseteru dengan Taiwan.

Klaim China didasarkan pada nine dash line, yang meliputi mulai dari Kepulauan Paracel di wilayah Vietnam dan Taiwan sampai Kepulauan Spatly yang membuat China berseteru dengan Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

Dengan demikian, nine dash line yang diklaim China meliputi hampir seluruh Laut China Selatan.

Nine dash line yang diakui China bertumpang-tindih dengan ZEE Indonesia di wilayah Natuna Utara.

 Sebut Protes Indonesia soal Natuna Tak Mempan, Pakar Desak RI Segera Tarik Dubes di China

Peta Pemerintah China

Bagian ZEE Indonesia yang diklaim China seluas 83.000 kilometer persegi atau 30 persen dari wilayah laut di Natuna.

Halaman
1234
Tags:
Konflik RI dan China di NatunaKapal AsingBernard Kent SondakhKepala Staf Angkatan Laut (KSAL)Kapal Perang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved