Banjir di Jakarta
Banjir, Tito Karnavian Pastikan Korban Jangan Khawatir soal Kehilangan Dokumen Penting
Tito Karnavian telah mengeluarkan surat edaran untuk memprioritaskan pelayanan korban banjir yang kehilangan dokumen-dokumen penting
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
"Apa indikasi selesai, satu seluruh pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing, dua mereka bisa berkegiatan di rumahnya masing-masing, tiga semua fasilitas yang kemarin terdampak baik di kampung maupun di tempat umum sudah pulih 100 persen," paparnya.

• Prihatin Atas Banjir yang Menggenangi Rumah Duka di Tanggerang, Hotman Paris: Nangis Lihatnya!
Anies mengatakan untuk saat ini proses penyelesaian banjir masih belum selesai.
Ia kemudian menunjukkan contoh gardu listrik yang mati masih berjumlah ratusan, sehingga belum bisa dikatakan selesai.
Gubernur pasangan Sandiaga Uno tersebut kembali menegaskan bahwa penyelesaian banjir adalah prioritas utama.
Anies menegaskan dirinya tak ingin berdebat soal sumber masalah penyebab banjir saat ini.
"Saya selalu sampaikan kepada semua, fokus kita membereskan ini," ujar Anies.
"Enggak usah berdebat soal sebab dulu, enggak usah berdebat soal strategi dulu, karena ini kita di sini berbicara soal ruang yang nyaman," tambahnya.
Para pengungsi yang masih berada di pengungsian menurut Anies merupakan masalah paling pertama yang harus segera diselesaikan.
"Ini bagi ribuan warga yang masih di tempat pengungsian, itu enggak nyaman," tutur Anies.
"Itu yang sedang kita fokuskan sekarang," imbuhnya.
Anies mengatakan masalah banjir di Jakarta parah atau tidaknya bergantung kepada lokasinya.
"Perlu saya sampaikan juga bahwa ini problem yang ada lokasinya, artinya ada 20 RW yang di atas 150 cm," terangnya.
Ia kemudian menyinggung pemberitaan media yang menyoroti hanya pada titik-titik lokasi yang mengalami banjir parah mengakibatkan adanya pandangan dari negara-negara lain bahwa Jakarta berada dalam kondisi yang parah.
"karena ramai, saya terima banyak sekali pertanyaan dari dunia internasional termasuk apakah Jakarta sedang tenggelam, karena memang beritanya kita fokus di tempat yang jumlahnya sedikit tapi airnya cukup tinggi," jelas Anies.
"Sebagai pemberitaan memang menarik, tapi bagi mereka yang tidak berada di Jakarta mungkin masih merasa Jakarta ini sedang tenggelam," lanjutnya.