Cerita Selebriti
Jadi Tersangka Dugaan Narkoba, Medina Zein Sampaikan Permintaan Maaf dan Minta Doa soal Bipolarnya
Pengusaha Medina Zein menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kasus dugaan narkoba yang menjeratnya.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pengusaha Medina Zein menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kasus dugaan narkoba yang menjeratnya.
Tak hanya minta maaf, Medina Zein juga meminta doa mengenai kasus yang menderanya tersebut.
Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan Medina Zein saat konferensi pers seperti dalam kanal YouTube beepdo, Jumat (3/1/2020).
• Lama Tak Bersuara, Ini Postingan Pertama Medina Zein Sejak Terjerat Kasus Narkoba: Saya Meminta Maaf
Sebagaimana diketahui, Medina Zein sebelumnya ditangkap polisi atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.
Bahkan, kini dirinya juga telah menyandang status tersangka.
Kendati demikian, Medina Zein tak berakhir di balik jeruji besi, namun diwajibkan untuk rehabilitasi.
Terkait itu lah, dirinya menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang ia anggap telah menyadarkan dirinya.
"Saya berterima kasih untuk keluarga Polda Metro Jaya, dalam hal ini khususnya Dir Narkoba Polda Metro Jaya," terang Media Zein
"Telah membantu saya menyadarkan diri bahwa narkoba itu bukan sesuatu hal yang bagus saat digunakan untuk bekerja."
"Atau bukan untuk penyembuhan," sambungnya.
Di sisi lain, pemilik brand MD Cosmetics tersebut menjelaskan bahwa ia mengonsumsi narkoba jenis amfetamin lantaran berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
Dirinya menggunakan obat tersebut sebagai obat bipolar yang telah diidapnya sejak 2016 lalu.
Terkait itu, Medina Zein menggaris bawahi, obat jenis amfetamin yang dikonsumsinya sudah sesuai anjuran dari dokter.
• Jadi Pengusaha Muda dengan Pendapatan Miliaran per Bulan, Ini Pabrik Uang Medina Zein
"Memang ada salah satu obat yang digunakan oleh saya tapi seizin dokter," kata Medina Zein.
"Itu narkoba golongan apa ya saya kurang begitu paham, nanti bisa ditanyakan ke dokter saya yang bersangkutan."