Terkini Nasional
Pengurangan Anggaran Dikaitkan dengan Perpindahan Jabatan Susi ke Edhy Prabowo, Ini Jawaban Bakamla
Kepala Bakamla menjawab soal isu adanya kaitan penurunan anggaran pengawasan laut dengan pergantian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), Laksamana Madya Bakamla A Taufik R membantah adanya kaitan penurunan anggaran pengawasan laut dengan pergantian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sedangkan sebagaimana diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan kini dijabat oleh Edhy Prabowo setelah masa jabatan Susi Pudjiastuti berakhir pada Oktober 2019.
Taufik mengatakan, anggaran tidak terkait perpindahan jabatan lantaran penyusunan anggaran sudah dilakukan pada awal 2019.
• Direktur CMSH Ungkap Faktor Kapal Asing Leluasa Masuk Indonesia, Bandingkan Anggaran 2018 dan 2019
"Kalau anggaran tentunya tidak terkait dengan pergantian Kementerian."
"Karena anggaran sudah dilakukan sejak awal 2019," ujar Taufik dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Metrotvnews pada Selasa (31/12/2019).
Namun, pihaknya tidak bisa membantah bahwa Bakamla mendapatkan keterbatasan dalam sisi anggaran.
"Memang kalau di sisi anggaran di Bakamla sendiri sudah saya sampaikan di DPR bahwa kami hanya terdukung 30 persen."
"Sehingga kami hanya bisa langsung 20 hari tapi ini sudah ditetapkan sejak awal 2019," jelas dia.
Taufik menegaskan sekali lagi bahwa pergantian menteri bukan faktor alasan mengapa anggaran pengawasan laut berkurang.
Pasalnya, menteri yang baru hanya melanjutkan kegiatan dan anggaran yang telah disusun.
"Jadi tidak terkait dengan pergantian pejabat. Karena yang menjabat sekarang melanjutkan kegiatan atau anggaran yang sudah ada," ucapnya.
• Kapal Asing Masuk, Pihak KKP Bantah soal Tak Ada Pengawasan dan Ungkap yang Dilakukan Edhy Prabowo
Saat ditanya apakah tidak adanya peledakan kapal asing membuat berkurangnya efek jera, Taufik merasa bahwa itu tidak ada kaitannya.
Selain itu, Taufik mengatakan peledakan kapal asing sudah lama tidak dilakukan.
"Saya rasa untuk peledakan sudah dihentikan sejak lama dan itu tetap tidak terlalu berpengaruh karena apa, kita yang perlu disadari adalah laut itu tidak bisa dipagari, tidak bisa diduduki laut hanya bisa dikendalikan."
"Pengendalian yang paling efektif adalah menggelar kekuatan pada waktu dan posisi yang tepat, itulah yang kita lakukan," jelasnya.