Breaking News:

Kasus Jiwasraya

Jiwasraya Sempat Beli Saham Perusahaan Erick Thohir, Arya Sinulingga Beberkan Keuntungan

Arya Sinulingga menjelaskan Jiwasraya pernah membeli saham perusahaan milik Erick Thohir di tahun 2014.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Capture Youtube iNews
Arya Sinulingga menjelaskan tentang Jiwasraya pernah membeli saham perusahaan Erick Thohir, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan kronologi Jiwasraya membeli saham perusahaan Erick Thohir.

Mulanya PT Asuransi Jiwasraya diketahui pernah membeli saham perusahaan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) yang didirikan Menteri BUMN Erick Thohir pada 2014.

Dilansir TribunWow.com dari iNews, Arya menyebutkan saham hanya dibeli pada saat itu saja dan sudah dilepas dua kali.

Bahas Kasus Jiwasraya, Rocky Gerung Singgung PSI: Semacam Kulit Bawang, Mau Ambil Poin di Situ

Menurutnya, dari pelepasan saham di perusahaan Erick Thohir tersebut, Jiwasraya mendapat untung.

"Keuntungan yang didapat Jiwasraya Rp 2,8 miliar atau 18 persen lebih selama hampir setahun," kata Arya Sinulingga, Jumat (27/12/2019).

"Jadi ini juga membuktikan bahwa Jiwasraya itu membeli saham Mahaka itu di market, karena sampai ada dua kali penjualan kan," katanya.

Arya menjelaskan bahwa saham itu tidak berhenti di Jiwasraya, melainkan sudah dijual kembali.

"Dan ini juga membuktikan bahwa saham tersebut sudah dijual, tidak mandek. Tidak ikut sebagai saham yang mandek tadi itu," jelasnya.

Saham ABBA Sudah Dijual Lagi

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, saham yang dibeli dari ABBA saat itu hampir Rp 15 miliar.

“Mengenai saham ABBA (Mahaka) yang dibeli Jiwasraya, perlu kami jelaskan kalau itu dibeli oleh Jiwasraya sekitar 23 Januari 2014."

"Saham yang dibeli sekitar hampir Rp 15 miliar, yaitu 14,9 miliar dengan harga saham saat itu Rp 95,” kata Arya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/12/2019).

Setelah itu saham itu dijual kembali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

“Kemudian Jiwasraya menjual saham tersebut dua kali, pada 17 Desember 2014, jadi enggak sampai setahun."

"Nilainya Rp 11 miliar lebih itu dengan harga saham Rp 114. Kemudian hari yang sama, dia jual juga Rp 6 miliar di harga saham Rp 112,” kata Arya.

Berdasarkan data tersebut, menurut Arya Jiwasraya tidak merugi setelah membeli saham ABBA.

“Keuntungan Rp 2,8 miliar ketika beli saham ABBA atau untung 18 persen lebih. Jadi enggak sampai setahun ketika beli saham Mahaka."

"Jadi beda dengan saham gorengan, ya. Itu melebihi bunga bank, bahkan lebih dari JS Saving Plan,” ucap dia.

Arya Sinulingga Jelaskan Langkah Penyelamatan Jiwasraya, Termasuk Pembayaran Utang

Penanganan Kasus Jiwasraya

Arya Sinulingga menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menangani kasus Jiwasraya.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan iNews, , Jumat (27/12/2019) menurut Arya, pemerintah akan mendorong langkah hukum supaya segala sesuatunya dapat berjalan dengan transparan.

"Yang pertama adalah proses mendorong ke hukum. Tujuannya apa? Supaya transparan. Semua yang ada ini transparan, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi karena dia akan membuka semua kasusnya," kata Arya Sinulingga.

Arya Sinulingga dan Rudyantho dalam tayangan iNews, Jumat (27/12/2019).
Arya Sinulingga dan Rudyantho dalam tayangan iNews, Jumat (27/12/2019). (Capture Youtube iNews)

 Rocky Gerung Tak Setuju Jokowi Tarik ke Belakang soal Jiwasraya: Semua BUMN juga Problem dari Awal

Penanganan kasus Jiwasraya juga akan dipindahkan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ke Kejaksaan Agung.

Sampai saat ini, sudah ada 10 orang yang dicekal oleh Kejagung terkait kasus tersebut.

"Hingga hari ini sudah dikeluarkan hingga 10 orang yang dicekal. Kita belum tahu proses berikutnya bagaimana, kita serahkan ke hukum," katanya.

Mengenai solusi pembayaran nasabah, Arya menyebutkan dibutuhkan sekitar Rp 13,6 triliun untuk menuntaskan seluruh pembayaran.

Ia lalu menjelaskan tahap-tahap yang akan dilakukan BUMN dalam menyelesaikan krisis bayar Jiwasraya.

Langkah-Langkah Penyelamatan Jiwasraya

"Sekarang kan kita sudah membuat anak perusahaan yang namanya Jiwasraya Putra," katanya.

Penyelamatan hutang akan dilakukan melalui anak perusahaan yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan utang perusahaan induk.

BUMN akan berupaya memperkuat anak perusahaan Jiwasraya Putra.

Saat ini BUMN sedang mencari investor untuk anak perusahaan Jiwasraya Putra.

"Investor ini diperkirakan bisa menyumbang sampai Rp 3 triliun," katanya.

"Yang kedua, kita akan ada holdingisasi. Holdingisasi asuransi ini diperkirakan akan bisa meraup modal tambahan sekitar Rp 2 triliun per tahun," sambungnya.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan akan diperoleh Rp 8 triliun dalam kurun waktu 4 tahun.

Setelah itu BUMN akan menunggu saham-saham Jiwasraya yang saat ini nilainya rendah sampai memiliki nilai Rp 5,6 triliun.

"Saham-saham yang sekarang ini dipegang oleh Jiwasraya, yang undervalue itu sedang rendah memang. Kita sedang menunggu waktunya, sambil diproses tahap satu dan tahap dua berjalan," kata Arya.

"Kita menunggu saham ini sampai mencapai nilai hampir 5,6 triliun."

"Ini hampir dua kali lipat dari yang sekarang. Jadi, dengan dana yang ini sudah bisa diharapkan bisa membayar uang-uang nasabah."

Bahas Jiwasraya, Rocky Gerung Pertanyakan Jokowi yang Buru-buru Sindir SBY: Tapi Menterinya Diam

Lihat videonya mulai menit ke-4:21:

(TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
Asuransi JiwasrayaJiwasrayaArya SinulinggaMahaka GrupErick ThohirBUMN
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved