Kabar Tokoh
Bahas Jiwasraya, Rocky Gerung Pertanyakan Jokowi yang Buru-buru Sindir SBY: Tapi Menterinya Diam
Rocky Gerung mengatakan aksi Jokowi yang terburu-buru salahkan SBY justru menimbulkan banyak kecurigaan dari masyarakat
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pandangannya terhadap kasus kerugian perusahaan asuransi milik pemerintah yaitu Jiwasraya yang kebocoran dananya mencapai angka triliunan rupiah.
Rocky Gerung menyayangkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menurutnya tidak segarang saat membahas kasus skandal mantan Direktur Utama Garuda Ari Askhara.
Dikutip TribunWow.com, mulanya Rocky Gerung membahas pernyataan Presiden RI Joko Widodo(Jokowi) soal kasus Jiwasraya yang menurutnya tergesa-gesa menyalahkan presiden terdahulu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
• Dituduh Terima Uang Rp 100 Miliar soal Kasus Jiwasraya, Menteri BUMN Erick Thohir: Duit Darimana?
"Ada hal penting, pertama soal hak nasabah," kata Rocky Gerung.
"Kedua, sifat dari isu itu, tiba-tiba dia dikomentari secara berlebih oleh presiden, sebelum ada kejelasan dari kejaksaan, dari analis perbankan."
"Presiden bilang itu soal yang, gampangnya itu problem SBY," tambahnya.
Menurut Rocky Gerung langkah Jokowi tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.
"Itu yang bikin orang berpikir kenapa presiden secara lantang dan tergesa-gesa mengambil poin yang sekiranya sangat politis," jelasnya.
Rocky Gerung lanjut menyindir Erick Thohir dan Sri Mulyani yang reaksinya tidak sehebat saat menangani kasus skandal Garuda.
"Lalu orang hubungkan lagi setelah presiden ngomong begitu, Erick Thohir diam, Sri Mulyani diam," ujarnya.
"Ini ada nasabah yang dirugikan oleh praktek bisnis yang tidak sehat, yang adalah tanggung jawab pemerintah."
"Tapi menterinya diam," imbuh Rocky Gerung.
Naiknya isu Jiwasraya dan tanggapan dari Jokowi, menurut Rocky Gerung justru membuat orang mencurigai adanya usaha pengalihan isu terhadap politik dinasti dan kecurangan Pemilu.
"Jadi orang bikin kalkulasi berlipat-lipat, apa memang ada upaya untuk menaikkan isu ini, dicicil untuk menutupi isu lain, soal dinasti lah, soal fraud Pemilu," kata Rocky Gerung.
"Orang mau dapat kejelasan itu," lanjutnya.