Pilkada Serentak 2020
Bersaing untuk Wakili PDIP di Pilkada Solo, Ini Komentar Gibran dan Purnomo seusai Uji Kelayakan
Dua bakal calon Pilkada Solo dari Partai PDIP Perjuangan, Gibran Rakabuming Raka bersaing dan Achmad Purnomo bersaing untuk dapat rekomendasi
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
Pria yang saat ini menjadi Wakil Wali Kota Solo itu akan menyerahkan semua keputusan kepada partai.
"Saya serahkan ke partai, ini ternyata saya nggak diberi rekomendasi, saya kembalikan perintah partainya saya lapor kalau tidak direkomendasi," kata Purnomo.
Achmad lalu mengakui banyak pihak yang menghubunginya, menawarkan dirinya bantuan maju dalam Pilkada 2020.
Meskipun banyak pihak menawarkan diri untuk mengusungnya maju dalam kontestasi Pilkada 2020, Purnomo menegaskan dirinya hanya akan maju melalui PDIP.
"Banyak yang menghubungi, dari beberapa partai, dari tokoh masyarakat, yang meminta independen, tapi enggak. Saya melalui PDIP (maju Pilkada 2020)," tegas Purnomo.
• Turuti Perintah FX Hadi Rudyatmo, Gibran Rakabuming: Saya Harus Belajar Dulu
Simak videonya:
Gibran Bahas Isi Wawancara: Saya Enggak Tahu Kenapa Paling Lama
Gibran menjelaskan dirinya menjalani proses Uji Kelayakan selama satu setengah jam.
Dilansir TribunWow.com dari video unggahan kanal Kompastv, Minggu (22/12/2019), mulanya Gibran mengatakan ia mendapat informasi bahwa peserta-peserta lain yang hari itu mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan, tata-rata hanya memakan waktu 15-20 menit.
"Kalau saya baca di salah satu koran tadi, saya lihat itu satu peserta wawancaranya kira-kira 15 sampai 20 menitan," kata Gibran.
Berbeda dengan peserta yang lain, Gibran mengaku dirinya menjalani proses tersebut selama kurang lebih satu setengah jam.
"Saya enggak tahu kenapa saya yang paling lama, saya hampir satu setengah jam di dalam," ujar Gibran.
Gibran kemudian menceritakan dirinya dicecar banyak pertanyaan saat wawancara uji tes kelayakan dan kepatutan tersebut.
Pertanyaan tersebut seputar langkah Gibran yang ingin menjadi Wali Kota Solo.
"Ditanyakan masalah visi misi, program unggulan, alasan kenapa mengajukan KTA PDIP, mengapa memilih PDI," paparnya.
• Rico Marbun Ibaratkan Keberadaan Gibran bagai Pisau Bermata Dua: PDIP Sekarang Terbelah Jadi 2
Selain pertanyaan tersebut, Gibran juga ditanyakan soal apa yang akan ia lakukan apabila dirinya tidak direkomendasikan oleh PDIP untuk menjadi calon Wali Kota Solo.
"Nanti kalau sudah rekomendasi keluar seperti apa, kalau rekomendasi tidak jatuh ke saya seperti apa," jelas Gibran.
Meskipun mendapat banyak pertanyaan, Gibran mengaku ia menikmati proses wawancara tersebut.
"Banyak sekali pertanyaannya, dan memang pada saat wawancara itu memang pembicarannya cukup detail dan seru," tandasnya.
(TribunWow/Elfan Nugroho/Anung Malik)