Terkini Nasional

Maxim Kirim Surat Terbuka ke Jokowi setelah Didemo GoJek dan Grab, Usul Tarif Ojol Lebih Realistis

Pihak Maxim mengatakan, perubahan tarif yang berlaku pada 1 Mei 2019 memunculkan pengaruh negatif, terhadap bisnis ojek online.

DOK. MAXIM
Ilustrasi driver ojek online Maxim 

Dalam waktu yang bersamaan, masyarakat yang sebenarnya mampu menampilkan tingkat pertumbuhan signifikan dan memberikan pendapatan yang besar untuk anggaran negara malah tetap berada di tingkat yang sama," tulis Direktur PT Teknologi Perdana Indonesia, Marlina.

Cyberjek Jadi Pesaing Baru Gojek dan Grab, Ini Kelebihan dan Fasilitas yang Didapatkan

Maxim juga menyebut bahwa tarif yang saat ini berlaku membebani masyarakat tingkat bawah, sehingga mereka tidak bisa menikmati jasa ojol dengan tarif murah.

Tarif tinggi menurut mereka hanya menguntungkan pengemudi.

Maxim menilai, pemberlakuan tarif yang telah ditentukan bisa membuat perusahaan gulung tikar.

Sehingga para pengemudi akan kehilangan pekerjaannya.

Mereka juga menyebut, peraturan pemerintah justru melanggar persaingan pasar bebas.

"Kepatuhan terhadap tarif, baik untuk penumpang maupun untuk pengemudi berakibat pada ketidakmampuan lapisan masyarakat dengan tingkat penghasilan yang rendah maupun rata-rata untuk menggunakan layanan taksi,

sementara pengemudi akan meraup untung berkali-kali lipat lebih besar, bahkan lebih tinggi daripada UMR wilayah terkait.

Selain itu, pemberlakuan tarif yang telah ditentukan berdampak buruk pada dinamika perkembangan layanan “Maxim”.

Dalam waktu beberapa bulan, perusahaan mulai mengalami kerugian dan mungkin terpaksa harus gulung tikar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved