Pilkada Serentak 2020
Rico Marbun Jelaskan 3 Alasan Orang Pilih Gibran, Ungkit Kasus Kegagalan AHY dan Kemenangan Jokowi
Rico Marbun menyebutkan mayorias pemilih Gibran didasari oleh alasan emosional, ia juga mengatakan masyarakat membandingkan Gibran dengan kasus AHY
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Media Nasional (Median) Rico Marbun menjelaskan hasil survei yang telah ia lakukan di Solo soal elektabilitas dan popularitas kandidat Wali Kota Solo.
Berdasarakan surveinya, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo berada di posisi 1 mengungguli putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.
Dikutip TribunWow.com, menurut hasil surveinya, pemilih Gibran mayoritas memilihnya karena alasan emosional.
• Arief Poyuono Sebut Alasan Gerindra Dukung Gibran dan Bobby: Bukan Lagi Anak Papi atau Anak Mami
Awalnya Rico menjelaskan data yang berhasil ia dapat saat melakukan survei di acara 'KABAR PETANG' kanal Youtube tvOneNews, Rabu (18/12/2019).
"Jadi memang berdasarkan data yang kita ambil dari tanggal 3 sampai tanggal 9, nomor satu itu adalah petahana. Wakil Wali Kota sekarang Pak Achmad Purnomo dengan angka kurang lebih 45 persen," papar Rico.
"Kemudian dibayang-bayangi oleh Gibran, anak Pak Jokowi dengan di angka 24,5 persen," imbuhnya.
Rico menjelaskan saat ini banyak masyarakat yang menunggu dan melihat bagaimana akhir dari langkah politik Gibran.
Menurutnya banyak orang yang membandingkan majunya Gibran dengan kasus ayahnya saat maju menjadi Gubernur DKI Jakarta melawan petahana Fauzi Bowo.
"Satu, apakah ini track-nya (jalur), track-nya seperti Pak Jokowi melawan Fauzi Bowo di 2012, ataukah ini track-nya seperti track AHY yang kemarin maju di Pilkada Jakarta, lalu gagal," kata Rico.
"Jadi orang ini masih melihat kira-kira Gibran ini akan bisa seperti Bapaknya mengalahkan petahana," lanjutnya.
Contoh lain yang menjadi perbandingan masyarakat adalah kasus kegagalan AHY saat mengikuti pertandingan perebutan kursi Gubernur DKI Jakara.
"Atau dia seperti anak Pak SBY yang berlaga di Pilgub kemudian gagal, kemudian ingin menjadi calon presiden atau calon wakil presiden, kemudian tidak dapat tiket," kata Rico.
Ia menjelaskan ada dua alasan masyarkat memilih calon pilihannya, yaitu rasional yang didasari dengan logika dan irasional yang didasari oleh emosional.
Meskipun alasan rasional lebih masuk akal, Rico mengatakan bukan berarti alasan irasional tidak baik.
"Kalau kita bicara, orang memilih itu karena dua alasan, alasan rasional dan alasan irasional, walaupun irasional ini belum tentu tidak baik," kata Rico.
"Orang yang memilih Pak Purnomo lebih banyak karena alasan rasionalnya."
"Jadi orang mengatakan memilih Pak Purnomo karena Beliau berpengalaman," imbuhnya.
Alasan Orang Pilih Gibran
Berbeda dengan Achmad Purnomo yang dipilih karena alasan rasional, Rico menjelaskan dari 3 alasan orang memilih Gibran, dua di antaranya merupakan alasan irasional.
"Tapi kalau Gibran agak beda, dari tiga (alasan), dua sifatnya emosional," tutur Rico.
Tiga alasan tersebut adalah karena Gibran dianggap anak muda dan memiliki popularitas di kalangannya, kedua karena anak dari Jokowi, dan alasan terkahir karena Gibran diakui sebagai pengusaha yang sukses.
"Seperti satu, dia dianggap anak muda, memang dia kan sebelum maju di politik, dia sudah trending (tenar)," ujar Gibran.
"Kedua anaknya Pak Jokowi, baru yang ketiga dia dianggap enterpreneur (pengusaha) yang berhasil."
"Jadi ini sebenarnya tantangannya Gibran kalau dia mau maju melewati Pak Purnomo," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Gibran telah mendaftar sebagai bakal calon lewat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, pada Kamis (12/12/2019) lalu.
• Gibran dan Bobby Maju Pilkada 2020, Analis Politik: Kompetisi Tak Seimbang
Video dapat dilihat di menit 4.25
Achmad Purnomo Tanggapi Santai soal Unggul Survei Popularitas
Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menanggapi santai keunggulan popularitasnya atas putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.
Achmad Purnomo mengatakan dirinya bisa lebih unggul mungkin karena Gibran belum begitu dikenal masyarakat Solo.
Dikutip TribunWow.com, ia mengatakan unggul dalam survei popularitas adalah hal yang lumrah terjadi.
"Kalau menurut saya suatu hal yang biasa karena Mas Gibran belum dikenal oleh masyarakat," kata Achmad Purnomo di kanal Youtube Talk Show tvOne, Senin (16/12/2019).
• Kecewa Gibran Maju, Pengamat Politik Ungkit Janji Kampanye Jokowi: Generasi Keempat Politik Dinasti
Kemudian Achmad Purnomo mengatakan untuk meraih popularitas, Gibran akan berusaha menarik suara masyarakat melalui berbagai upaya.
"Dia (Gibran) tentu akan berusaha mengenalkan dirinya," katanya.
Berbeda dengan Gibran, Achmad Purnomo mengatakan ia sudah lebih lama memperkenalkan diri kepada masyarakat.
"Kalau saya sudah setiap hari," ujar Achmad Purnomo.
"Secara langsung mungkin belum mengerti, banyak yang belum kenal (Gibran)," tambahnya.
Achmad Purnomo mengatakan adalah hal yang lumrah ketika Gibran melakukan blusukan-blusukan untuk memperkenalkan dirinya di masyarakat.
Ia juga mengakui dirinya telah lama berbaur dengan masyarakat melalui tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Solo.
"Secara tidak langsung itu juga lebih memperkenalkan diri, mempererat dengan masyarakat," kata Achmad Purnomo.
Ketika ditanya soal Gibran yang kesulitan bertemu dengan dirinya, Achmad Purnomo membantah hal tersebut.
Ia mengatakan dirinya dan Gibran pernah bertemu, Achmad Purnomo juga tidak merasa dirinya sulit ditemui.
"Kita pernah bertemu saat layatan di Keraton," katanya.
"Mungkin yang dimaksud bertemu dengan Bapak Rudy," lanjut Achmad Purnomo.
Kemungkinan kalah populer
Menjawab kemungkinan popularitasnya dirinya dikalahkan oleh Gibran, Achmad Purnomo tidak memiliki masalah terhadap hal tersebut.
Kalah maupun menang popularitas menurutnya hal yang biasa terjadi dalam kontestasi Pilkada.
"Itu hal yang lumrah dalam Pemilukada," kata Achmad Purnomo.
Saat ditanyai kemungkinan mendampingi Gibran dalam Pilkada 2020, Achmad Purnomo pasrah dengan apapun keputusan PDIP.
"Itu terserah partai, kalau partai menentukan lain kita siap, rekomendasi ke saya juga siap," jelasnya.
"Karena kita kader partai yang menaati perintah partai," lanjutnya.
• Bela Gibran, Anggota DPR Hillary Bahas Keluarga Politikus, Dokter, dan Polisi: Itulah Diskriminasi
Video dapat dilihat di menit 5.50
(TribunWow.com/Anung Malik)