Breaking News:

Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Bukan Istana, Jokowi Beberkan yang Bakal Dibangun Pertama di Ibu Kota Baru: Seluas 100 Hektare

Saat meninjau lokasi Ibu Kota Indonesia yang baru, Jokowi mengungkapkan apa yang akan pertama kali ia bangun di sana

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Sekretariat Presiden
Saat meninjau lokasi Ibu Kota Indonesia yang baru, Jokowi mengungkapkan apa yang akan pertama kali ia bangun di sana 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan apa yang ia akan bangun pertama kali di lokasi Ibu Kota Negara baru yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Jokowi menegaskan pembangunan Ibu Kota akan memerhatikan aspek lingkungan sekitar, maka dari itu dirinya memutuskan hal pertama kali yang akan dibangun adalah sebuah kebun bibit.

Dilansir TribunWow.com, mulanya Jokowi menjelaskan seluruh sektor penunjang kehidupan sehari-hari seperti listrik dan air sudah diperhitungkan dengan matang.

Wanti-wanti Jokowi ke Edhy Prabowo soal Ekspor Benih Lobster: Jangan Awur-awuran, Itu Enggak Benar

"Kita membangun sebuah gagasan besar, hitung airnya sudah, hitung listriknya berapa sudah, semuanya sudah dihitung," kata Jokowi dikutip dari video kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/12/2019).

Jokowi kemudian menjelaskan fokusnya dalam pembangunan Ibu Kota Negara baru.

Ia mengatakan hal pertama yang akan dibangun adalah kebun bibit seluas 100 hektare.

"Yang paling penting bahwa kita membangun Ibu Kota Negara yang baru ini tetap memperhatikan lingkungan, memperbaiki lingkungan yang ada," terang Jokowi.

"Oleh sebab itu yang dibangun pertama kali adalah kebun bibit, seluas kurang lebih 100 hektare, yang memuat jutaan bibit di situ," tambahnya.

Jokowi mengatakan ingin menunjukkan komitmennya menjaga lingkungan melalui pembangunan kebun bibit tersebut.

"Artinya kita ingin memperbaiki lingkungan yang ada di sekitar Ibu Kota Negara," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan dirinya telah bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat di Kalimantan Timur untuk memohon izin ingin memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia.

"Tadi dengan para tokoh-tokoh di Kalimantan Timur saya menyampaikan permisi, ketuk pintu, kula nuwun bahwa setelah keputusan Ibu Kota, kita ingin masuk ke Kutai dan PPU," terang Jokowi.

Dikatakan Jokowi, para tokoh yang ditemuinya menerima dengan baik dan ingin segera pembangunan Ibu Kota yang baru dilakukan.

"Dan para tokoh menyampaikan selamat datang dan mempersilahkan kita untuk segera dimulai," tutur Jokowi.

Dirinya juga menerima beberapa usulan untuk membangun sarana pendidikan seperti perguruan tinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

"Makanya tadi ada beberapa usulan mengenai pembangunan universitas, perguruan tinggi saya kira memang sudah jadi bagian rencana kita, artinya tidak ada masalah," papar Jokowi.

Peringatan Jokowi ke Pelaku yang Sering Melakukan Impor Migas: Hati-hati, Saya Ikuti Kamu

Video dapat dilihat mulai menit 18.00:

Jokowi Sebut Pindah Ibu Kota Bukan Hanya soal Lokasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas soal pemindahan ibu kota baru bersama para menteri di Kantor Presiden, Senin (16/12/2019).

Dalam video rapat yang diunggah oleh YouTube Sekretariat Presiden, presiden mengatakan perpindahan ibu kota ini bukan sekedar memindahkan kantor pemerintahan saja.

Akan tetapi juga menandai adanya perubahan budaya dan juga sistem kerja pemerintahan.

 Ibu Kota Baru akan Tercantum di Amandemen UUD 1945 agar Tak Dibatalkan Presiden Periode Selanjutnya

"Saya ingin mengingatkan bahwa perpindahan ibu kota ini jangan dilihat sekadar sebagai pemindahan kantor pemerintahan. Bukan sekadar pindah lokasi. Tetapi kita ingin ada sebuah transformasi."

"Pindah cara kerja, pindah budaya kerja, pindah sistem kerja, dan juga ada perpindahan basis ekonomi sehingga saya sampaikan kemarin juga bahwa sebelum kita pindah sistemnya sudah ter-install dengan baik," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, presiden juga meminta semua pihak untuk belajar dari pengalaman sejumlah negara yang pernah melakukan pemindahan ibu kota.

Jokowi tak mau, ibu kota Indonesia yang baru nanti hanya diisi oleh pegawai pemerintahan saja.

Sehingga tidak ada laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

"Artinya bahwa perpindahan ibu kota ini adalah sebagai sebuah percepatan transformasi ekonomi," kata Jokowi.

"Kita harus belajar dari pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya, tapi ibu kotanya menjadi kota yang mahal. Ini jangan. Kemudian sepi, ini jangan. Kemudian yang menghuni hanya pegawai pemerintah plus diplomat, ini juga tidak," jelasnya.

Untuk itu,  presiden mengingatkan agar perpindahan ibu kota ini dirancang sebagai perpindahan basis ekonomi menuju smart economy.

 Jokowi Beberkan Perkembangan Pemindahan Ibu Kota Baru: Akan Kita Buat Berkelas Dunia Semuanya

Perpindahan ibu kota ini juga diharapkan dapat menjadi tanda proses transformasi produktivitas nasional, transformasi kreativitas nasional, transformasi industri nasional, dan transformasi sejumlah  talenta nasional.

"Kalau tujuannya adalah membangun ibu kota yang menjadi mesin penggerak smart economy, maka rancangan ibu kota baru bukan hanya smart metropolis yang compact, yang nyaman, yang humanis, yang zero emision," terang Jokowi.

"Tapi akan memiliki penanda bahwa negara kita telah melakukan transformasi ekonomi ke smart economy yaitu dengan dibangunnya klaster-klaster pendidikan, klaster-klaster riset dan inovasi," ujarnya.

Presiden memberikan contoh, dalam klaster pendidikan ia membayangkan di ibu kota yang baru ini dibangun lembaga pendidikan tinggi kelas dunia yang bisa menciptakan talenta-talenta top global secara tepat.

Terkait dengan keinginan lain, presiden berharap adanya pusat  riset dan inovasi kelas dunia yang menjadikan ibu kota baru ini sebagai global innovation hub, menjadi titik temu inovasi global.

Hal ini dapat mendorong para generasi muda untuk mengembangkan bakat dan talentanya di bidang sains, sehingga dapat memunculkan lapangan kerja baru. 

"Sudah saatnya talenta-talenta Indonesia, talenta-talenta global berkolaborasi mengembangkan smart energy, smart health, smart food production yang akan menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak muda kita serta mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah kita untuk masuk dan terintegrasi dengan global value chain," imbuhnya.

Dalam proses pembangunannya, Presiden ingin agar ibu kota yang dirancang sebagai kota pintar tersebut juga dibangun dengan cara-cara pintar.

Jokowi menilai, sudah saatnya Indonesia harus meninggalkan cara berpikir konvensional yang selalu melihat semuanya dari sisi anggaran dan sisi biaya.

"Kita harus berani menggunakan cara-cara baru yang lebih kreatif, termasuk dalam pemanfaatan teknologi-teknologi inovasi, dengan bantuan talenta-talenta hebat yang kita miliki yang berada di dalam negeri maupun yang saat ini belajar di berbagai negara di luar negeri," tandasnya.

 Lihat video selengkapnya:

 

(TribunWow.com/Anung Malik/Fransisca Mawaski)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pemindahan Ibu KotaIbu kota Indonesia pindah ke Kalimantan TimurJokowiPenajam Paser UtaraKutai Kartanegara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved