Breaking News:

Kaleidoskop 2019

Kaleidoskop 2019 - Serangan Terorisme di Indonesia, Mulai Penusukan Wiranto hingga Bom Bunuh Diri

Sepanjang tahun 2019, Indonesia mengalami rentetan serangan terorisme yang didominasi oleh serangan ke aparat penegak keamanan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. 

TRIBUNWOW.COM - Indonesia beberapa kali menerima serangan terorisme sepanjang tahun 2019.

Serangan tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari bom bunuh diri hingga penusukan yang dilakukan dengan senjata tajam.

Beberapa korban serangan terorisme ada yang selamat, namun tidak semua memiliki nasib yang beruntung karena tewas dalam serangan tersebut.

Teror tersebut didominasi oleh serangan ke aparat-aparat penegak keamanan yang diduga menjadi pola baru dari serangan teror di Indonesia.

UPDATE Terbaru Ledakan di Monas, Cincin Granat Asap yang Meledak Diduga Telah Dicabut Pemiliknya

Berikut adalah beberapa serangan terorisme yang terjadi sepanjang tahun 2019:

1. Bom Bunuh Diri di Kartasura, 3 Juni 2019

Dilansir dari TribunSolo.com, Selasa (4/6/2019), serangan terorisme di Kartasura terjadi pada Senin (3/6/2019) malam.

Pelaku serangan terorisme berjalan ke arah Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura pada pukul 22:47.

Ketika berada tepat di depan Pospam, pelaku secara tiba-tiba meledakkan diri.

Bom bunuh diri di pos polisi Kartosuro, Senin (3/6/2019)
Bom bunuh diri di pos polisi Kartosuro, Senin (3/6/2019) (TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi)

Mayjen (Purn) TNI Supiadin Aries Sebut Polisi Bisa Ungkap Dalang Ledakan di Monas dengan Metode Ini

Pelaku sempat berdiri beberapa saat seusai ledakan, dan akhirnya terjatuh ke aspal.

Bom bunuh diri terjadi saat memasuki masa lebaran, di mana arus mudik sedang ramai.

Serangan tersebut tidak melukai polisi dan warga sipil, korban hanya berasal dari si pelaku yang meledakkan diri.

Berdasarkan keterangan temannya Masil (19), pelaku yang bernama Rofik Asharudin (22) mulai berubah seusai banyak melihat video perang dan aksi terorisme di Suriah.

"Ia mulai senang melihat video perang Suriah, termasuk pemenggalan kepala menggunakan handphone," ungkap Masil, kepada TribunSolo.com.

Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian, Rofik telah dibaiat langsung oleh pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Kaleidoskop 2019TerorismeWirantoBom
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved