Kabinet Jokowi
Agenda Menhan Prabowo: Temui Menko Polhukam Mahfud MD hingga Terima Kunjungan Menhan Uni Emirat Arab
Sejumlah agenda kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dilakukan pada Jumat (13/12/2019).
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terlihat mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jumat (13/12/2019).
Maksud kedatangan Prabowo tersebut adalah untuk menemui Menko Polhukam Mahfud MD.
Dilansir TribunWow, ada beberapa hal yang menjadi pembahasan para menteri Kabinet Indonesia Maju ini.
• Isi Pembahasan di Pertemuan Prabowo Subianto dan Mahfud MD, Menhan: Saya Minta Petunjuk
Satu di antaranya adalah tentang pembelian alutsista negara yang dipermasalahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Alutsista dianggap mungkin terlalu mahal, sedang ditinjau kembali kita sedang review, mengkaji kembali," papar Prabowo dikutip dari tayangan Kompas Tv, Jumat (13/12/2019).
"Kita diperintahkan untuk nego kembali oleh bapak presiden."
Selain soal alutsista, mereka juga membahas tentang Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok teroris di Filipina.
"Kita akan membahasnya nanti," ujar Prabowo.
Tak hanya bertemu dengan Menko Polhukam, Prabowo Subianto juga punya agenda lain yaitu menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab H.E.Mohammad Ahmed Al Bowardi Al Falacy,pada Jumat (13/12/2019).
Dikutip dari situs kemhan.go.id, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Negara Urusan Pertahanan Uni Emirat Arab sekaligus berharap agar kerjasama pertahanan antarkedua negara akan tetap terjaga dan lebih meningkat.
Indonesia dan Uni Emirat Arab melalui Kementerian Pertahanan masing-masing negara sudah menandatangani dokumen Leter of Intent (LoI) tentang kerjasama pertahanan pada 24 Juli 2019 silam.
Kerjasama tersebut meliputi kunjungan antar pejabat pertahanan, kerjasama pendidikan dan latihan dan juga kerjasama industri pertahanan.
• Prabowo Subianto Tunjuk Andre Rosiade Jadi Ketua Gerindra Sumbar Gantikan Nasrul Abit

Seiring meningkatnya intensitas kerjasama pertahanan kedua negara tersebut, Indonesia berharap status dan payung hukum kerjasama dapat ditingkatkan dari LoI ke DCA (Defence Cooperation Agreement).
Menhan RI menegaskan bahwa Industri Pertahanan Indonesia siap bekerjasama dengan industri pertahanan Uni Emirat Arab. Produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti senjata buatan PT Pindad sudah teruji kualitasnya dan mampu bersaing dengan produk dari negara – negara lain.
Demikian juga kualitas produk pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia, dimana Uni Emirat Arab juga telah membeli dan mempergunakan 7 Pesawat CN-235 yang dipergunakan untuk keperluan angkut militer dan trasportasi VVIP.