Breaking News:

Kabinet Jokowi

Ujian Sekolah ala Nadiem Bawa Keadilan bagi Seluruh Murid di Indonesia: Bukan Pilihan Ganda Saja

Mendikbud Nadiem Makarim akan mengganti UN dengan beberapa ujian yang memberikan sekolah hak penuh menentukan kelulusan muridnya

Tayang:
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube KOMPASTV
Mendikbud Nadiem Makarim akan mengganti UN dengan beberapa ujian yang memberikan sekolah hak penuh menentukan kelulusan muridnya 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Makarim telah berkomitmen untuk menyerahkan hak lulus para siswa di Indonesia sepenuhnya kepada sekolah.

Nadiem mengatakan agar potensi siswa dapat dinilai secara maksimal, ia menyerahkan sekolah untuk memberikan hak penilaian sesuai parameternya masing-masing dan dengan tipe ujian yang telah ditentukan oleh Nadiem.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Kompastv, Rabu (11/12/2019), mulanya Nadiem mengatakan evaluasi kelulusan siswa akan sepenuhnya menjadi hak sekolah.

"Secara jelas kebetulan bahwa evaluasi atau penilaian terhadap siswa, terhadap murid itu dilakukan guru, dan asesmen untuk kelulusan ditentukan oleh sekolah," ujar Nadiem.

UN Dihapus Mendikbud Nadiem Makarim, Pengamat Pendidikan: Akan Terjadi Banyak Kemerdekaan

Nadiem menegaskan negara tidak akan lagi membuat soal ujian dan menentukan kelulusan para siswa di Indonesia.

"Hal-hal, soal-soal yang tadinya datang dari Kemendikbud, soal-soal yang dari pusat dan lain-lain yang tadinya lewat dinas dilaksanakan di dalam sekolah itu sudah, berarti tidak ada paksaan lagi," kata Nadiem.

Nadiem ingin dengan adanya langkah ini, sekolah dapat lebih menilai murid-muridnya secara mendalam.

"Jadi sekolah itu seperti banyak sekolah sekarang, punya sistem penilaiannya sendiri yang lebih holisitk," tutur Nadiem.

Nantinya Nadiem tidak ingin ujian hanya diukur melalui soal pilihan ganda saja.

Ia mengatakan sistem pengujian murid akan dilakukan melalui berbagai cara yang dapat memperlihatkan potensi murid.

Cara tersebut di antaranya adalah hasil karya, proyek akademik, dan esai.

"Bukan pilihan ganda saja, tapi bagaimana kita mau mengases komptetensi kalau tidak mengerjakan project (proyek), hasil karya, esai, dan lain-lain," tegas Nadiem.

Nadiem menerangkan inti dari dirinya mengeluarkan kebijakan tersebut, ia mengatakan hal tersebut agar sekolah dapat memiliki kebebasan untuk menilai kompetensi murid-muridnya.

Hal tersebut dilakukan Nadiem lantaran setiap sekolah di tiap daerah yang berbeda memiliki kapasitas dan cara yang berbeda dalam menilai muridnya.

Nadiem merasa ujian negara yang dibuat satu tipe dan harus diaplikasikan ke sekolah-sekolah di berbagai daerah yang berbeda adalah hal yang tidak cocok.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Nadiem MakarimUjian NasionalUjian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)JokowiPendidikan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved