Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Maju Pilkada Medan, Ini Kata Menantu Jokowi Bobby Nasution soal Tudingan Politik Dinasti

Bobby Nasution akhirnya buka suara terkait dengan tudingan politik dinasti akibat dari pencalonannya sebagai Walikota Medan.

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KOMPASTV
Bobby Nasution bantah tudingan dinasti politik 

"Beliau tadi sampaikan, akan mengikuti kinerja partai sebagaimana yang diatur oleh PDI Perjuangan," ujar Soetarto.

Setelah menerima berkas para bakal calon walikota, pihak DPD PDIP Medan akan melakukan survei kepada masyarakat terhadap bakal calon ini, termasuk Bobby Nasution.

"Sesuai dengan mekanisme internal sekarang ini, seluruh balon kepala daerah yang akan diusung oleh PDI Perjuangan akan dilakukan survei sampai akhir Desember," papar Soetarto

Hasil survei ini nantinya akan dijadikan pertimbangan oleh DPD PDIP Medan untuk menentukan calon Walikota Medan yang berasal dari PDIP.

Peluang Bobby

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menanggapi soal pengajuan diri menantu dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution sebagai bakal calon Walikota Medan.

Dikutip dari tayangan Kompas Petang, Rabu (4/12/2019), ia mengatakan tidak dapat memastikan peluang Bobby Nasution.

"Siapa penentu utama, penentu utamanya adalah masyarakat Medan, karena partai politik termasuk PDIP akan punya dua jenis pertimbangan dalam menentukan siapa calon terpilih," ujar Qodari.

Terlebih kini sudah ada 14 orang yang mendaftarkan diri ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Medan, termasuk petahana.

Menurut Qodari, dua pertimbangan tersebut adalah pertimbangan kuantitatif dan kualitatif.

"Pertimbangan kuantitatif itu apa, hasil survey, bagaimana elektabilitasnya, bagaimana popularitasnya, disukai masyarakat atau tidak," beber Qodari.

Qodari menilai PDIP saat ini akan mengutamakan seorang calon yang punya elektabilitas tinggi.

"Jadi kalau Pak Akhyar (Nasution, plt Walikota Medan) itu lebih tinggi atau signifikan lebih tinggi, maka Bobby akan sulit maju, karena prioritas ada pada Pak Akhyar," papar Qodari.

Berkaca pada Pilpres 2019, Qodari kemudian membandingkan peluang yang dimiliki Bobby dengan Gibran Rakabuming Raka, Putra Sulung Jokowi yang mendaftarkan diri jadi calon Wali Kota Solo.

Gibran disebut akan lebih mudah dalam menggapai elektabilitas di Kota Solo, hal ini dikarenakan rekam jejak sang ayah, Joko Widodo yang menang saat Pilpres di Kota Solo.

Namun, hal ini berbanding terbalik dengan persentase kemenangan Jokowi di Kota Medan.

Saat itu pasangan Jokowi-Maruf Amin mengalami kekalahan.

"Apalagi figur Gibran lebih populer dibanding dengan Bobby Nasution," ucap Qodari.

(TribunWow.com/Fransisca Mawaski)

Tags:
Pilkada MedanBobby NasutionPolitik Dinasti
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved