Breaking News:

Terkini Nasional

Rocky Gerung Sebut Negara Telah Telantarkan Habib Rizieq: Langgar 12 Pasal Hak Asasi Manusia

Rocky Gerung turut mengomentari polemik Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq yang kini masih berada di Arab Saudi.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tangkapan Layar YouTube realita TV
Rocky Gerung turut mengomentari polemik Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq yang kini masih berada di Arab Saudi. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik, Rocky Gerung turut mengomentari polemik Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang kini masih berada di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan oleh Rocky Gerung saat menjadi narasumber dalam channel YouTube Realita TV pada Kamis (5/11/2019).

Rocky Gerung menganggap bahwa negara telah menelantarkan Habib Rizieq.

Rocky Gerung Tanggapi Potensi Masuk Penjara karena Pernyataan Jokowi Tak Paham Pancasila

"Itu penelantaran warga negara itu, ditelantarkan oleh negara," ungkap Rocky Gerung.

Padahal menurutnya, negara wajib melindungi setiap warga negaranya.

"Tugas negara itu melindungi itu, kalau belum bisa memakmurkan, paling tidak melindungi warga negara," lanjut Rocky Gerung.

Rocky Gerung mengatakan, Habib Rizieq terlantar dalam pemenuhan batinnya.

Lantas, pengamat politik asal Manado ini menyebut Habib Rizieq tak bisa pulang ke Indonesia meski hanya untuk sekedar mencoblos pada Pemilu 2019.

"Nah Habib Rizieq dua tahun delapan bulan dalam keadaan terlantar, tentu dia tidak terlantar secara harta, tapi terlantar secara batin, terlantar secara psikologis," jelas Rocky Gerung.

"Terlantar kepentingan politik untuk memilih pun dia berhak pulang ke Indonesia," tambahnya.

Akibatnya, Rocky Gerung mengungkapkan bahwa negara telah melanggar 12 pasal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Habib Rizieq.

"Itu hak paling primer untuk menentukan negara adalah memimpin presiden, dia minta pulang satu hari enggak bisa."

"Jadi negara berkali-berkali mungkin dalam satu kasus itu, 12 pasal Hak Asasi Manusia dilanggar itu," terang pengamat politik 60 tahun ini.

Rocky Gerung mengatakan pelanggaran 12 pasal HAM itu karena negara telah menelantarkan seorang warganya.

"Karena negara melakukan yang disebut edd off ommision tindakan membiarkan warga negara tidak terlindungi itu," ujarnya.

Bahas Sertifikasi Nikah 2020, Rocky Gerung Kekeh Sebut Prabowo Wajib Direshuffle: Jokowi Jadi Gelap

Apalagi, Habib Rizieq juga menginginkan dirinya kembali.

"Lain kalo dia pencari suaka misalnya, kalau Habib Rizieq cari suaka, paspor dia dia akan buang supaya tidak dikembalikan ke negara asalnya, ini justru orangnya minta balik," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-9:30:

Yusuf Martak Sebut Pemerintah Saudi Bantu Habib Rizieq

Sementara itu, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak turut membahas masalah Habib Rizieq yang hingga kini masih berada di Arab Saudi saat berpidato di reuni 212.

Mulanya, Yusuf Martak mengungkapkan salam dari Habib Rizieq kepada para peserta reuni 212 pada Senin (2/12/2019).

 Ingin Rizieq Shihab Hadiri Reuni Akbar 212, Panitia Sempat Kehilangan Kontak dengan Pimpinan FPI Itu

Yusuf Martak mendapatkan salam itu setelah bertemu dengan Habib Rizieq.

"Saya menyampaikan salam rindu, salam cinta salam sayang dari Habibul Rizieq Shihab pada seluruh yang hadir hari ini karena kebetulan Alhamdulillah saya baru balik dari Kota Suci Mekkah," ucap Yusuf seperti dikutip dari Kompas TV,.

Kemudian, Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah berjuang untuk menghadirkan Habib Rizieq ke acara reuni 212.

Namun, ia mengatakan ada orang-orang yang menghendaki agar Habib Rizieq jangan sampai pulang ke Indonesia.

"Kemarin siang, dengan segala perjuangan kami akan mendatangkan Habib dalam reuni ini."

"Tapi lagi-lagi ada tangan kotor, tangan-tangan jahat masih bermain di belakangnya," ucapnya.

Kemudian, Yusuf justru menyinggung penguasa saat ini.

"Silahkan yang mempunyai kekuatan, punya kekuasaan, melanjutkan apa yang diinginkan tapi insyaAllah pertolongan Allah SWT akan datang pada saatnya dan mereka akan merasakan bagaimana resikonya," serunya.

Kemudian, ia mengajak para peserta reuni untuk berdoa agar Habib Rizieq segera pulang ke Indonesia.

"Mendoakan segera agar pencekalan, penghambatan, pengasingan Habib Rizieq dapat diselesaikan," ujar Yusuf.

Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak turut menyampaikan pidatonya di acara Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas pada Senin (2/12/2019).
Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak turut menyampaikan pidatonya di acara Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas pada Senin (2/12/2019). (Channel Youtube Kompas TV)

 

 Gara-gara Pertanyaan Ini, Ketua PBNU dan Ketua Lembaga Dakwah FPI Berdebat, Presenter Ikut Menengahi

Yusuf mengklaim, Pemerintah Saudi Arabia tengah membantu agar Habib Rizieq segera pulang ke Indonesia.

"Dan insyaAllah pemerintah Saudi Arabia sedang berjuang dan sedang mengusahakan dibebaskannya Habib Rizieq dari pengasingan," ujarnya.

Sehingga, Yusuf berharap agar Habib Rizieq bisa hadir dalam reuni akbar yang selanjutnya.

"Dan InsyaAllah sebelum reuni 2020 Habib Rizieq sudah berada di tengah-tengah kita," ujar Yusuf.

Lihat videonya:

Pidato Habib Rizieq di Reuni Akbar 212

Habib Rizieq tak bisa hadir dalam acara Reuni Akbar 212 yang berlangsung di Monas pada Senin (1/12/2019).

Kendati demikian, Habib Rizieq masih bisa menyampaikan pidatonya melalui rekaman suara.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas TV, Habib Rizieq menegaskan bahwa dirinya dicekal Pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia.

 Berpidato di Reuni 212, Yusuf Martak Sentil Penguasa karena Cekal Habib Rizieq: Tangan-tangan Kotor

"Saya dicekal oleh Pemerintah Saudi alasan keamanan atas permintaaan Pemerintah Indonesia," ujar Habib Rizieq.

Sehingga, Habib Rizieq meminta untuk berhenti berbohong terkait kepulangannya.

"Untuk saya ingatkan sudah akhiri kebohongan di tengah kehidupan bangsa dan negara," ungkap dia.

Habib Rizieq mengungkapkan bahwa sebenarnya Pemerintah Arab Saudi siap mengembalikannya.

Informasi itu ia dapatkan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang sebelumnya, Osama Al Shuaibi.

"Sebenarnya kalau kita semua mau jujur, apa yang sudah dinyatakan oleh Duta Besar Arab Saudi yang lama yaitu Syech Osama Al Shuaibi , di mana Beliau menyatakan bahwa kami Saudi siap mengembalikan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia," cerita Habib Rizieq.

Namun, ia justru diminta untuk menanyakannya pada pemerintah Indonesia.

"Saudi setiap saat siap mengembalikan habib Rizieq, tapi mereka meminta tanyakan kepada pemerintah Anda sendiri," ungkap dia. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Rocky GerungHabib RizieqFront Pembela Islam (FPI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved