Agenda Presiden
Jokowi Tak Lagi Prioritaskan Infrastruktur, Ungkap Fokusnya 5 Tahun ke Depan
Presiden RI Joko Widodo mengatakan dirinya tidak lagi mengutamakan pembangunan infrastruktur di Indonesia sebagai konsentrasi utama
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Dikutip dari setneg.go.id, Senin (2/12/2019), Jokowi menegaskan terpilihnya dia sebagai presiden merupakan hasil dari pemilihan langsung (pemilu).
Saat pembahasan amandemen, Jokowi sudah mepertanyakan soal wacana dari amandemen tersebut.
Jokowi mempertanyakan apakah pembahasan amandemen dapat difokuskan hanya untuk urusan haluan negara, ia khawatir pembahasan akan melebar ke isu-isu lain.
"Saya ini produk dari pemilihan langsung sehingga saat itu waktu ada keinginan untuk amendemen (terbatas) apa jawaban saya?"
"Apakah bisa yang namanya amendemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara? Apakah tidak melebar ke mana-mana?" jelas Presiden.
Kemudian Jokowi mengatakan pembahasan amandemen saat ini sudah melebar kemana-mana, hingga ke pembahasan presiden menjabat selama 3 periode.
"Sekarang ini kenyataannya seperti itu kan (melebar)? Ada yang lari ke presiden dipilih oleh MPR, ada yang lari presiden tiga periode, ada yang lari presiden satu kali tapi delapan tahun. Akan ke mana-mana," kata Kepala Negara.
Jokowi justru ingin pemerintah berfokus kepada isu yang lebih penting, yaitu tekanan-tekanan eksternal yang perlu ditanggulangi.
"Jadi lebih baik tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan," ujar Presiden.
• Surya Paloh Komentari Wacana Jabatan 3 Periode Presiden, Waspadai soal Hal Ini
(TribunWow.com/Anung Malik)