Masa Jabatan Presiden
Soal Penambahan Masa Jabatan Presiden, Fadli Zon: Wacana yang Sangat Bahaya
Politisi Gerindra Fadli Zon komentari soal wacana penambahan masa jabatan presiden.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Apa bedanya dengan yang sekarang, balik ke undang-undang 45 tapi adendumnya dua periode presidennya mending enggak usah berubah sekalian dong," tanya Aiman.
"Itu kan cuma satu sisi, ada sisi lain terutama di bidang ekonomi," jawab Fadli Zon.
Fadli Zon kemudian menjelaskan tentang perubahan yang terjadi pada pengembalian UUD 1945
"Misalnya, Pasal 33 yang tadinya tiga ayat ada ayat D ada E, diakalinlah di dalam ayat D itu nanti ditentukanlah undang-undang tentang demokrasi ekonomi," kata Fadli Zon.
"Kemudian babnya bukan lagi tentang kesejahteraan sosial, tetapi tentang perekonomian nasional, jadi orientasinya berubah."
Lihat video selengkapnya mulai menit ke 24.16:
• Soal Isu Masa Jabatan Presiden, Hidayat Nur Wahid Yakin Presiden Risih: Saya Yakin Jokowi Tak Nyaman
Tanggapan Presiden Jokowi
Adanya wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode akhirnya membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara.
Dalam tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (3/12/2019), menurutnya, ada tiga kemungkinan mengapa wacana tersebut muncul ke permukaan.
"Satu ingin menampar muka saya, dua ingin cari muka, padahal saya udah punya muka, tiga ingin menjerumuskan," ujar Jokowi saat acara bincang santai dengan wartawan kepresidenan.
Di awal ia juga menjelaskan, dirinya sendiri merupakan hasil dari pemilihan langsung oleh rakyat.
Terkait dengan munculnya rencana Amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Jokowi pun sempat mengkhawatirkan hal ini.
Jokowi tak ingin hal pokok amandemen yang awalnya membahas soal Garis Besar Haluan Negara (GBHN) itu kemudian melebar ke hal lain, seperti yang sedang diperbincangkan saat ini, yaitu penambahan masa jabatan presiden.
"Nah sekarang ini kenyataannya seperti itu," kata Jokowi.
Presiden kemudian mengatakan dengan adanya rencana Amandemen UUD 1945, membuat banyak pihak yang mengusulkan penambahan masa jabatan presiden.
"Ada yang lari ke presiden dipilih MPR, ada yang lari presiden tiga periode, ada yang lari presiden satu kali tapi delapan tahun," papar Jokowi.