Breaking News:

Terkini Daerah

Rekontruksi Pembunuhan ASN di Palembang yang Jasadnya Dicor, Warga Geram dengan Pelaku: Hukum Mati

Yudi tersangka kasus pembunuhan terhadap korban Apriyanita, ASN di Palembang, mendpatkan pengawalan ketat dari petugas Jatantas Polda Sumsel.

Sripoku.com/Rahmad Zilhakim
BREAKING NEWS : Pelaku Pembunuhan ASN di Palembang yang Dibunuh Dicor Semen, Jalani Rekontruksi 

Aprianita ditemukan di Seputaran TPU Kandang Kawat Kecamatan IT 2 Palembang, Jumat (25/10/3019) sekitar pukul 14.30.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi dicor semen dan masih mengenakan baju ASN.

Herly Kurniawan saudara korban membenarkan peristiwa ini. Saat ini keluarga sedang di RS Bhayangkara Palembang.

"Iya benar, kami di Bhayangkara," katanya.

Cerita Nadiem Makarim yang Tak Pernah Diberi Pujian oleh sang Ibunda, Baru Dapat saat Jadi Mendikbud

6. Motif Utang Piutang

Belum diketahui apa motif pelaku membunuh Apriyanita Polisi pun belum mengetahui siapa pelaku pembunuhan Dilihat dari sosial medianya, Apriyanita tak begitu aktif di dunia maya. Ia mengunggah foto terakhirnya bulan Maret lalu. Dalam foto itu Apriyanita berada seperti di tempat penjualan pakaian.

Tak diketahui apakah itu usaha milik Apriyanita atau hanya sedang berkunjung. Dalam foto itu juga Apriyanita terlihat tampil sederhana dengan balutan kerudung kuning Ia juga sempat mengabadikan fotonya saat menjajal naik LRT. Setelah mengunggah foto tersebut, Apriyanita tak pernah lagi mengunggah foto di instagramnya.

Hutang piutang dari bisnis jual beli mobil menjadi motif pembunuhan terhadap Apriyanti (50) yang merupakan PNS di Kementerian PU Balai Besar Jalan.

Jenazah korban ditemukan dalam keadaan disemen di TPU Kandang Kawat Palembang , Jumat (25/10/2019).

Saat ditemui di Unit 1 Subdit III Jatanras Mapolda Sumsel, tersangka Yudi Tama Redianto (41) mengaku tega membunuh korban lantaran tak tahan terus ditagih hutang oleh korban.

"Hutang itu berawal dari tanggal 26 Agustus 2019. Saat itu saya menawari ada lelang mobil di Jakarta. Mobil jenis inova tahun 2016. Harganya Rp.145 juta," ujar Yudi.

Namun bukannya dibelikan mobil, uang tersebut justru dihabiskan tersangka untuk berfoya-foya.

Sementara korban terus menagih agar uangnya dikembalikan.

"Mobilnya tidak ada," ujar Yudi.

Dari total Rp.145 juta, tersangka mengaku sempat mengembalikan uang sebesar Rp 50 juta secara berangsur ke korban.

Puncaknya pada tanggal 8 Oktober 2019, korban kembali menagih uangnya.

Kali ini korban meminta uang sebesar Rp.35 juta. Sedangkan tersangka mengaku hanya memiliki uang sebesar Rp.15 juta.

"Sebenarnya dia (korban) tidak marah sih, cuma bilang yud, saya butuh uang besok. Bayar hutang kamu Rp. 35 juta. Tapi saya cuma punya uang Rp.15 juta," ujarnya.

Merasa tak tenang karena ditagih hutang, tersangka lantas menghubungi pamannya, Novi atau biasa disapa tersangka dengan panggilan Acik.

Kisah Maruli Togatorop, Dokter Gigi yang Divonis Idap HIV hingga Ditinggalkan sang Istri

Dari situlah tersangka mendapat saran untuk menghabisi nyawa korban.

Berdasarkan pengakuannya pula, uang Rp.15 juta yang rencananya akan membayar hutang, justru digunakan tersangka untuk membayar jasa orang-orang yang membantunya membunuh korban.

"Acik ngajak Ilyas. Jadi ada 3 orang yang membunuh korban," ucapnya.

Dikatakan tersangka, tidak ada kepercayaan khusus yang selama ini diberikan korban terhadapnya.

Namun menurutnya, korban bersedia diajak bekerja sama dalam bisnis karena mereka sempat bekerja di satu kantor yang sama yakni di satua kerja (Satker) wilayah III PU sejak tahun 2014.

"Waktu satu kantor itu, meja kerja kami bersebelahan. Kemudian saya pindah di wilayah I dan korban tetap di tempat yang lama," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Detik-detik Yudi Gempal Diamuk Keluarga Korban, Rekontruksi Pembunuhan ASN di Palembang Dicor Semen

Sumber: Tribun Sumsel
Tags:
Kasus Mayat Dicor di MakamSumatera SelatanPalembangKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved