Ahok Jadi Bos Pertamina
Soal Ahok Masuk Pertamina, Ferdy Hasiman Singgung Ketakutan Politisi dan Mafia Migas: Pentingnya Itu
Ferdy Hasiman meyakini tak ada unsur politik yang mendasari penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pertamina.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman meyakini kehadiran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pertamina menimbulkan ketakutan di kalangan politisi dan mafia migas.
Menurut Ferdy Hasiman, penunjukan Ahok di Pertamina adalah murni berdasarkan kemampuan yang dimiliki Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Dikutip TribunWow.com, hal itu disampaikan Ferdy Hasiman melalui channel YouTube KOMPASTV, Sabtu (22/11/2019).
Menurut Ferdy, kehadiran Ahok di BUMN sangat penting untuk memberantas para mafia migas.
• Minta Ahok Tak Petantang-petenteng, Andre Rosiade Mengaku Masih Ragukan Integritasnya
• Sebut Penunjukan Ahok di Pertamina sebagai Bencana, Marwan Batubara Minta Erick Thohir Mundur
Ia menyebut Ahok memiliki karakter yang ditakuti para mafia maupun politisi.
"Justru kehadiran Pak Ahok di sana sangat penting," terang Ferdy.
"Ahok ini orang yang ditakuti banyak politisi," sambungnya.
Ferdy menambahkan, kehadiran Ahok di Pertamina dapat memberikan efek nyaman bagi para petinggi lainnya.
Sebab, menurutnya banyak intervensi dari luar yang masuk dalam Pertamina.
"Jadi kehadiran Pak Ahok di sana memberikan kenyamanan pada direktur untuk bisa bekerja secara profesional," ucap Ferdy.
"Nah selama ini banyak sekali intervensi non korporasi yang masuk ke dalam Pertamina," imbunya.
Adanya intervensi dari partai politik pun turut disoroti Ferdy.
"Intervensi partai politik dan segala macamnya, mafia dan segala macamnya," jelas Ferdy.
"Dan Ahok punya perangai untuk melawan itu."
• Singgung Deretan Kasus Petinggi Pertamina Era SBY, Ferdy Hasiman Ungkap Modal Besar Ahok
• Soroti Posisi Ahok di Pertamina, Politisi PKS Singgung Kontroversi sang Mantan Gubernur: Gembling

Lebih lanjut, ia menyebut sosok Ahok sebagai 'The president's man'.