Isu Radikalisme
Fadli Zon Curigai Pemerintah Terus Gaungkan Isu Radikalisme: Ini Bisa Saja Sebuah Proyek
Waketum Gerindra Fadli Zon jelaskan bahaya pemerintah jika teruskan bahas isu radikalisme di Indonesia
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mencurigai langkah pemerintah yang terus membicarakan isu radikalisme di Indonesia.
Fadli Zon mengatakan ada kemungkinan isu radikalisme ini terus dibahas karena merupakan proyek pemerintah untuk mendapatkan anggaran.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Najwa Shihab, Rabu (20/11/2019), mulanya Fadli Zon menjelaskan bagaimana narasi soal radikalisme itu tidak dikaji secara mendalam.
• Fahri Hamzah Curigai Orang yang Berada di Sekitar Jokowi: Ngapain Presiden Berantem Sama Saya?
Fadli Zon mengatakan tidak ada dasar yang kuat soal narasi radikal dan narasi terorisme.
"Narasi Radikal dan narasi soal terorisme ini sangat miskin kajian-kajian yang melatarbelakanginya," jelas Fadli Zon.
Ia kemudian menjelaskan bagaimana konsep berpikir 'perang melawan terorisme' sudah ditinggalkan oleh Amerika.
"Ini dilatarbelakangi oleh satu skema berpikir seperti war on terror (perang melawan terorisme) sejak 2001 yang lalu, yang di Amerika sendiri sudah ditinggalkan," kata Fadli Zon.
Fadli Zon justru heran karena di Indonesia, skema berpikir 'perang melawan terorisme' masih ada hingga saat ini.
"Tapi di sini dibawa terus menerus," jelas Fadli Zon.
Fadli Zon juga mencurigai adanya kemungkinan perang melawan teror dapat dijadikan suatu proyek bagi pemerintah untuk mendapatkan anggaran.
"Di dalam satu skema yang ini (isu radikalisme) bisa saja sebuah proyek," kata Fadli Zon.
"Artinya selama 5 tahun kemarin gagal, mungkin 10 tahun yang lalu juga gagal, kan ada anggarannya." tambahnya.
Kemudian Fadli Zon memaparkan bahaya yang terjadi jika isu radikalisme terus dihembuskan.
"Ini (isu radikalisme) menurut saya, seharusnya tidak dibesar-besarkan," kata Fadli Zon.
"Karena ini (isu radikalisme) menakut-nakuti investor yang mau masuk."