Polemik APBD DKI 2020
Djarot dan Taufiqurrahman Debat Seru di ILC, Karni Ilyas: Kita Diskusi tentang Anies, Bukan Ahok
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Taufiqurrahman di ILC. Karni Ilyas berikan respons ini.
Penulis: Vintoko
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat terlibat perdebatan dengan Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Taufiqurrahman saat membahas soal polemik APBD DKI Jakarta 2020.
Dikutip TribunWow.com, hal itu tampak dari program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tvOne, Selasa (12/11/2019).
Mulanya, Djarot Saiful Hidayat menyinggung soal permasalahan yang pernah terjadi di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yakni kasus Sumber Waras.

• ILC Bahas Anies Baswedan, Politisi PSI William Protes soal Pilihan Judul, Karni Ilyas Beri Pembelaan
Djarot mengatakan dirinya ingin memberikan penjelasan pada Taufiqurrahman soal kasus Sumber Waras.
"Saya bukan membela Pak Ahok, saya ingin memberikan penjelasan kepada Bang Taufiqurrahman tentang kasus Sumber Waras," kata Djarot seperti dikutip TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (13/11/2019).
"Itu temuan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), karena waktu itu saya melihat ada kepentingan subyektif di situ. Dan itu kalau menurut saya keliru, bisa dipertanggungjawabkan."
"Sedangkan untuk kasus Cengkareng, kami, saya dengan Pak Ahok tidak memerintahkan membeli lahan itu tapi hanya Pergub tentang penetapan lahan itu untuk digunakan sebagai rusunawa," imbuh dia.
Mendengar pernyataan itu, Taufiqurrahman memberikan penjelasannya.
"Itu kalau enggak ditandatangan duitnya sama kepala daerah enggak bakal cair itu Pak," kata Taufiqurrahman.
"Yang mana ?" tanya Djarot.
"Ya dua-duanya. Mau lahan Cengkareng mau lahan Sumber Waras," jawab Taufiqurrahman.
• Di ILC, Budayawan Babe Ridwan Saidi Singgung PSI Terus Terang Jika Tak Mau Anies Maju Pilpres 2024
Lantas, Djarot mengatakan ada oknum yang bermain dalam kasus Sumber Waras.
"Iya, tetapi kalau untuk Sumber Waras itu bisa diadu kita. Kita bisa diharapkan kepada BPK siapa yang salah siapa yang benar. Cengkareng juga diselidiki saja. Karena ada oknum juga yang bermain di situ," Beber Djarot.
Djarot juga menjelaskan dana yang dulu digunakan untuk pembelian lahan tersebut.
"Sedangkan yang dimaksud kenapa ada o-budgeting, ini sebenarnya bukan o-budgeting sebetulnya, ini adalah dana kompensasi KLB untuk membangun," ungkap Djarot.