Kabinet Jokowi
Sebut Strategi Tak Boleh Didasarkan atas Doa, Prabowo: Maaf, tapi Saya Perumus Kebijakan Pertahanan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan dirinya tak akan bergantung kepada doa dan harapan untuk strategi pertahanan Indonesia
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
"Salah satu pandangan kita adalah, bahwa kalau tidak ada perdamaian tidak mungkin ada stabilitas, kalau tidak ada stabilitas tidak mungkin ada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi," jelas Prabowo.
• Rapat Perdana Menhan Prabowo Subianto dengan DPR RI, Berikut Daftar Nama Anggota Komisi I DPR RI
Kemudian Prabowo melanjutkan ketika tidak ada pembangunan ekonomi maka suatu negara tidak akan mencapai kemakmuran.
"Dan kalau tidak ada pembangunan ekonomi tidak mungkin ada kemakmuran," lanjutnya.
Merujuk pepatah Si Vis Pacem Para Bellum, Prabowo menegaskan jika ingin perdamaian maka sebagai sebuah negara, Indonesia harus bersiap untuk berperang.
Prabowo menjelaskan cara mempersiapkannya dapat dilakukan melalui investasi pertahanan.
"Karena itu kita lihat dalam lingkaran yang berat ini untuk mencapai stabilitas kita harus melakukan suatu investasi pertahanan," terang Prabowo.
Video dapat dilihat mulai menit 24.20
(TribunWow.com/Anung Malik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowo-rapat-komis.jpg)