Kabinet Jokowi
Sebut Strategi Tak Boleh Didasarkan atas Doa, Prabowo: Maaf, tapi Saya Perumus Kebijakan Pertahanan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan dirinya tak akan bergantung kepada doa dan harapan untuk strategi pertahanan Indonesia
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Pertama Prabowo mengutip sebuah perkataan dari Thucydides.
"The strong will do what they can, and the weak will suffer what they must," kata Prabowo.
Kemudian Prabowo mengartikan maksud dari perkataan Thucydides tersebut.
"Yang kuat akan berbuat apa yang dia mampu berbuat, dan yang lemah akan menderita," jelas Prabowo.
Berdasarkan pepatah tersebut, Prabowo menjelaskan sebagai Menteri Pertahanan dirinya punya tanggung jawab untuk memastikan bidang pertahanan keamana di Indonesia selalu kuat.
"karena itu kita yang bertanggung jawab di bidang pertahanan, keamanan, kita tidak boleh membiarkan Indonesia lemah," jelas Prabowo.
• Prabowo Ungkap Kesan Sidang Kabinet Perdana yang Dipimpin Jokowi: Saya Dapat Petunjuk yang Pertama
Prabowo mengatakan dengan biaya berapapun Indonesia harus kuat. Jika tidak keamanan Indonesia akan terancam oleh bangsa lain.
"Dengan biaya berapapun menurut saya Indonesia harus kuat, kalau tidak kita akan diinjak-injak oleh bangsa lain," kata Prabowo.
Lalu filosofi kedua, Prabowo mengutip seorang ahli sejarah dari Romawi.
"Juga pelajaran ribuan tahun dari seorang ahli sejarah Vegetius Renatus dari Romawi, mengatakan Si Vis Pacem Para Bellum," tutur Prabowo.
Kata tersebut kemudian dijelaskan oleh Prabowo yang memiliki arti, ketika seseorang menginginkan perdamaian maka dirinya harus pula bersiap untuk perang.
"Jika kau menghendaki damai bersiaplah untuk perang," tutur Prabowo.
Prabowo kemudian mengatakan untuk seluruh komponen yang terlibat untuk membangun sistem pertahanan yang baik.
"Hendaknya kita mengajak seluruh komponen yang terlibat, untuk mari kita mulai meneruskan membangun sistem pertahanan yang baik dengan efisiensi anggaran dan efisiensi kerja," terang Prabowo.
Prabowo memiliki pandangan ketika tidak ada perdamaian maka pertumbuhan dan pembangunan ekonomi juga tidak akan terwujud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowo-rapat-komis.jpg)