Terkini Nasional
PDIP Angkat Bicara terkait Laporan Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan: Suara Hatinya
PDIP tanggapi pelaporan yang dilakukan oleh seorang kadernya Dewi Tanjung ke Novel Baswedan.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) buka suara mengenai pelaporan yang dilakukan seorang kadernya, Dewi Tanjung terhadap penyidik KPK Novel Baswedan
Dilansir dari Tribunnews, Kamis (7/11/2019) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan apa yang dilakukan kadernya tersebut tidak terkait partai.
"Dewi Tanjung, dia menjadi salah satu caleg tapi apa yang dilakukan tidak terkait dengan partai," ujar Hasto seusai menghadiri HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam.
• Novel Baswedan Tanggapi Laporan Dewi Tanjung: Saya Khawatir Dia Ngerjain Polisi
Hasto menilai, apa yang dilakukan Dewi Tanjung bersifat pribadi.
Ia menegaskan tak ada instruksi dari PDIP kepada Dewi terkait pelaporan itu.
"Nggak ada (instruksi partai,red). Apa yang dilakukan oleh anggota PDIP biasanya menyuarakan apa yang ada dalam suara hatinya dan itu juga berpijak kepada apa yang ditangkap dari suatu hal yang muncul dari rakyat itu sendiri. Terkait hal tersebut itu merupakan pribadi ya dari Dewi Tanjung," ungkap Hasto.
Meski demikian, Hasto mengaku belum mendapatkan informasi detail apa yang menjadi alasan Dewi Tanjung melaporkan Novel ke polisi.
"Saya belum tahu kalau ada yang melaporkan ya. Berkaitan hal tersebut karena menurut saya pribadi sebagai Sekjen konsentrasinya sedang menyiapkan pilkada dan konsolidasi internal," kata Hasto.
Dikabarkan sebelumnya, seorang kader PDIP Dewi Tanjung melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).
Alasan pelaporan tersebut lantaran kasus penyiraman air keras tersebut tak masuk akal.
"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras. Ada beberapa hal yang janggal dari rekaman CCTV dia, yakni dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta begitu kan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).
Dewi menilai dalam kasus ini terdapat sejumlah hal janggal.
Dalam laporannya ini, Dewi melampirkan sejumlah barang bukti.
Barang bukti tersebut berupa rekaman video Novel Baswedan, rekaman kejadian penyiraman, hingga foto Novel saat diperban bagian wajah dan hidung.
"Dari rekaman CCTV dia, dari bentuk mukanya, dari perbannya. Kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan," ungkapnya.