Polemik APBD DKI 2020
Merasa Aneh Baru 2 Bulan Kerja Temukan Lem Aibon Rp 82 Miliar, William: Tiba-tiba Langsung Dihajar
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana merasa aneh dirinya dan menemukan kejanggalan anggaran, ia merasa akan terus menemukan temuan baru
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana merasa aneh menemukan kejanggalan anggaran di dua bulan ia bekerja.
William mengatakan dirinya baru di periode pertama menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta dan sudah menemukan banyak keanehan di masa awal ia bekerja.
Politisi PSI tersebut mengatakan dirinya merasa akan menemukan semakin banyak temuan selama dirinya bekerja.
• Dana Miliaran Buat Konsultan RW, DPRD DKI: Keterlaluan, Orang Bodoh pun Mikirnya Sama, Mengada-ada
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Partai Solidaritas Indonesia, Selasa (5/11/2019), awalnya William membahas soal langkah selanjutnya setelah menemukan kejanggalan anggaran.
Ia mengatakan dirinya menemukan banyak temuan selain Aica Aibon Rp 82,8 miliar.
"Nextnya, kita kan ada beberapa banyak temuan," jelas William.
William mengatakan dirinya bersama PSI akan terus berusaha untuk menandai setiap anggaran yang tidak masuk akal.
"Tentunya dalam proses pembahasan ini, kami akan terus berusaha agar setiap anggaran-anggaran, yang kami melihat itu aneh, kami akan berusha untuk mencoret itu," imbuhnya.
Ketika ditanyakan oleh Dara Nasution selaku presenter acara 'PolitikAsyik', soal perasaan William ketika mengungkap kejanggalan anggaran, William pertama menjelaskan kalau pengungkapan anggaran adalah kerja kolektif.
"Sebenarnya ini kan kerja kolektif dari Fraksi PSI," tutur William.
Ia dan PSI mengaku menemukan banyak temuan-temuan aneh.
"Kami menemukan banyak temuan-temuan," jelas William.
• PKS Soroti Cara PSI Beri Kritik soal Lem Aibon: Timing yang Enggak Tepat
William mengaku merasa aneh menemukan kejanggalan-kejanggalan tersebut.
"Perasaannya itu aneh," kata William.
Kemudian William menjelaskan ia baru saja dua bulan menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.
"Ini periode pertama kan, baru dua bulan jadi anggota DPRD DKI," jelasnya.
Baru saja menjabat, William bercerita dirinya langsung dihadapkan pembahasan anggaran yang begitu banyak.
"Tiba-tiba langsung dihajar untuk membahas anggaran yang begitu banyak," kata dia.
William kemudian menjelaskan pada awal dua bulan masuk ia sudah menemukan anggaran yang aneh-aneh.
Ia merasa dirinya akan semakin menemukan banyak temuan di bulan-bulan ke depannya.
"Terus ketemu yang aneh-aneh begini, semakin merasa kok baru dua bulan saja sudah nemu yang aneh-aneh gini. Apalagi nanti, apa yang akan terjadi," terangnya.
• Enggan Ungkap Cacat Sistem Anggaran Era Ahok ke Publik, Anies Tegaskan Dirinya Tak Ingin Cekcok
Video dapat dilihat mulai dari menit 6.18:
PSI Temukan Anggaran Janggal
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana membeberkan kejanggalan-kejanggalan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, pada video live yang ditayangkan di akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menemukan empat temuan tentang pembelanjaan barang yang harganya diatas rata-rata.
Dikutip dari akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia, berikut ini adalah temuan yang ditemukan oleh William.
1. Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar
Dikutip dari tayangan langsung yang diunggah akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia, Rabu (30/10/2019) saat membeberkan data-data yang ia miliki terkait APBD DKI Jakarta, dirinya memulai dengan membahas pengadaan lem Aibon
"Jadi seperti yang sudah viral kemarin malam, pertama kami menemukan pengadaan lem Aibon oleh Suku Dinas Pendidikan wilayah 1 Kota Jakarta Barat,
nama kegiatannya adalah penyediaan biaya operasional pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN)," ujar William di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Ia menambahkan biaya yang dipakai untuk pengadaan lem Aibon tersebut adalah Rp 82,8 miliar untuk 37.500 orang
"Ternyata ada pembelian Rp 82,8 miliar untuk lem Aibon untuk 37.500 orang," jelasnya
Sebelumnya, topik "Aibon" ini sempat menjadi trending topic di twitter pada Rabu (30/10/2019).
Awalnya, cuitan itu viral karena unggahan akun Instagram @willsarana, akun milik Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana.
Dalam unggahannya, memberikan screenshot rencana pembelian lem aibon Pemprov DKI Jakarta dengan total anggaran mencapai Rp 82,8 miliar.
Pada unggahan tersebut terdapat caption, "Lem aibon itu dibeli untuk 37500 murid di DKI Jakarta. Artinya Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya.
Buat apa murid-murid kita disuplai 2 kaleng lem aibon tiap bulanya? Tolong jelaskan. "
2. Anggaran Bolpoin Rp 123,8 Miliar
Selain itu, William juga menjabarkan data tentang anggaran pengadaan bolpoin yang sebelumnya sempat viral di media sosial.
"Nah ini yang udah ramai juga di netizen, sejak saya coba tweet linknya, tiba-tiba netizen ketemu juga nih," ucap William.
"Namanya Pengadaan bolpen di SDN Jakarta Timur harganya Rp 123,8 miliar," tambahnya.
Kemudian William menjelaskan harga satu bolpoin adalah Rp 105 ribu.
"Itu harga satu pcs Rp 105 ribu," katanya.
• Dilaporkan Gara-gara Ungkap APBD DKI 2020 Tak Wajar, Politisi PSI: Saya Siap Pertaruhkan Jabatan
3. Anggaran untuk Server Jakarta Smart City Rp 65 Miliar
William juga menemukan data anggaran pengadaan untuk Server Jakarta Smart City yang sangat besar.
"Ini kami temukan lagi namanya Server Jakarta Smart City, diadakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, nama kegiatannya itu pengembangan infrastruktur Jakarta Smart City," ujarnya.
Berdasarkan keterangan William, Server Jakarta Smart City memakan biaya yang sangat besar.
"Dan ini sangat besar, totalnya itu Rp 65 miliar 855 juta (Rp 65,9 miliar)," ucapnya.
Wiilliam kemudian memaparkan barang apa saja yang dibeli untuk Server Jakarta Smart City.
"Pertama dia membeli space storage 4 unit, dia 4 unit (harga) 1 unitnya Rp 12 miliar," tambahnya.
William kemudian menjelaskan, ada pembelian lagi untuk 10 unit storage server yang memakan total biaya Rp 12,9 miliar.
"Ditambah lagi dia juga menambahkan storage server 10 unit per 1 unit Rp 1,2 miliar totalnya Rp 12,9 miliar," tambahnya.
4. Anggaran Pengadaan Komputer untuk SMKN Rp 132 Miliar
Dalam temuan terakhir, William menjabarkan tentang anggaran pengadaan komputer untuk SMKN yang sangat besar.
"Selanjutnya ada pengadaan komputer, lagi-lagi di Dinas Pendidikan di SMKN dia membeli komputer dengan total harga Rp 132 miliar dia membeli 7.313 unit," tuturnya.
Harga per komputer berdasarkan temuan William adalah Rp 15 juta untuk 1 unit komputer.
"Jadi kalo kita hitung 1 unitnya Rp 15 juta," terangnya.
William mengatakan dirinya masih memiliki data temuan yang lain.
"Dan itu (temuan) nggak hanya itu doang yang kita punya," jelasnya.
• Politisi PSI William Singgung soal Anggaran DKI Jakarta, Taufiqurrahman: Itu Pernyataan yang Sia-sia
Video dapat dilihat mulai dari menit 4.20:
(TribunWow.com/Anung Malik)