Kabinet Jokowi
Moeldoko Tegaskan akan Tegur Menteri yang Salahi Aturan, meski Ada 3 Ketum Parpol: Gak Peduli Siapa
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengimbau para menterinya agar tak membuat kebijakan yang berseberangan dengan visi misi presiden.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
Meksipun menteri yang ditegur lebih senior dibandingkan dirinya.
"Karena percuma aku di sini dikasih kepercayaan kalau enggak bisa menjalankan tugas karena memberatkan Presiden nanti," ujar Moeldoko.
"Kalau saya harus marah, ya saya marah. Kan begitu saja. Dan itu pernah saya lakukan."
• Soroti Anggaran Kemenhan, Pandji Pragiwaksono Sebut Ucapan Prabowo di Pilpres 2019: Hih Bocor-bocor
• Soal Posisi Prabowo di Kabinet, Rocky Gerung Prediksi Adanya Reshuffle: Dia Cuma Diumpankan di Situ
Terkait urusan teur-menegur, Moeldoko selaku Kepala KSP mengaku sudah pernah menegur seorang menteri.
Hal itu menurutnya disebabkan karena menteri tersebut saling sindir di ruang publik.
Namun, Moeldoko enggan menjelaskan lebih lanjut siapa menteri yang pernah ia tegur.
Rocky Gerung Komentari soal Kemungkinan Prabowo Jadi Oposisi
Pengamat politik, Rocky Gerung memberikan komentarnya terhadap keberadaan Prabowo Subianto dalam kabinet.
Bahkan, Prabowo Subianto diperkirakan akan bersama-sama dengan Kabinet Jokowi apapun yang terjadi.
"Maka iya akan bersama-sama di situ, di mana arah kapal itu. Mungkin akan berlabuh darurat ada dalam sekoci yang sama bersama dengan mereka yang berlabuh darurat," jelas Rocky Gerung channel YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa (5/11/2019).
Lantas, pria asal Manado itu menyinggung janji Prabowo Subianto saat mencalonkan diri sebagai Calon Presiden.
"Iya, jadi dulu Prabowo berjanji saya akan timbul tenggelam bersama rakyat sekarang dengan terpaksa dia bisa musti katakan timbul tenggelam bersama Jokowi," kata dia.
Pada kesempatan itu, Rocky Gerung turut membahas spekulasi politik jika Prabowo Subianto menjadi menteri.
"Posisinya pas sebagai Menhan jadi kalau ditanya kualifikasi teknisnya oke, pas sebagai Menhan."
"Tapi masuknya Prabowo sebagai Menhan, justru menimbulkan spekulasi politik."