Breaking News:

Travel dan Kuliner

Kisah Perintis Tahu Sumedang Ong Kino, Ternyata Ini Rahasia Utamanya

Di balik nama, rasa, dan kekhasannya yang melegenda itu, ada sosok inovatif hingga warga bisa mengenal sekaligus mencicipi rasa tahu Sumedang.

Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH
Toko pusat Tahu Bungkeng, perintis tahu sumedang tetap berdiri di tempatnya sejak tahu 1917 di Jalan 11 April Sumedang, Lingkungan Tegalkalong, Kelurahan Talun, Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat. 

TRIBUNWOW.COM - Siapa tak kenal kuliner khas asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang satu ini.

Bahkan, saking tersohornya, nama kabupaten bekas Kerajaan Sumedanglarang ini pun turut terdongkrak popularitasnya.

Ya, berkat tahu sumedang yang melegenda dan sudah ada sejak tahun 1900-an ini pula, Kabupaten Sumedang lebih dikenal sebagai Kota Tahu.

Deretan Destinasi Wisata di Solo yang Wajib Dikunjungi, Kental dengan Unsur Budaya hingga Kuliner

Di balik nama, rasa, dan kekhasannya yang melegenda itu, ada sosok inovatif sehingga warga Indonesia pada umumnya bisa mengenal sekaligus mencicipi rasanya yang gurih dan nikmat hingga saat ini.

Tahu sumedang juga diyakini sebagai produk satu-satunya di Indonesia.

Bahkan dunia, karena di negara asalnya sendiri, yaitu China, tak dijumpai tahu seperti layaknya bentuk dan rasa tahu sumedang.

Menurut generasi keempat perintis tahu sumedang, yaitu Ong Che Ciang, atau Suriadi (52), tahu sumedang dikenalkan kali pertama oleh uyutnya, yaitu Ong Kino sekitar tahun 1900-an.

Ong Kino, kata Suriadi, merupakan keturunan China dan sejak tahun 1900-an itu sudah berada di Indonesia, menetap di Lingkungan Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

"Menurut cerita ayah saya, pertama kali Ong Kino mengenalkan tahu sumedang ini hanya sebatas untuk dikonsumsi keluarga."

"Karena katanya dulu ekonomi lagi sulit, tofu (tahu) yang saat itu ukurannya besar-besar dipotong kecil-kecil seperti sekarang," ujar Suriadi kepada KOMPAS.com di toko pusat tahu sumedang Bungkeng di Jalan Raya 11 April, Sumedang, Jumat (1/11/2019) siang.

Selain dinikmati oleh keluarga, kata Suriadi, tahu sumedang inovasi uyutnya, Ong Kino ini juga kerap disuguhkan kepada tetangga dan tamu yang datang.

Namun, tahu sumedang inovasi Ong Kino ini baru populer setelah dikenalkan oleh salah satu anak dari Ong Kino, yaitu Ong Bung Keng.

"Pada tahun 1917, kakek saya, Ong Bung Keng datang ke Sumedang dari China untuk menemui bapaknya, Ong Kino atau di sini lebih dikenal Babah Eno," tutur Suriadi.

Saat itulah, kata Suriadi, Ong Bung Keng tertarik dengan tahu buatan Ong Kino, yang dinilai bisa lebih mudah dipasarkan karena ukurannya kecil, rasanya gurih, berbeda dengan tahu kuning, tahu putih pada umumnya, yang saat itu sudah ada.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved