Kabar Tokoh
Lawan Radikalisme, Kapolri Baru Idham Azis Sebut akan Rangkul Kemenag dan Kemensos
Kapolri Baru Republik Indonesia, Idham Azis memiliki strategi pendekatan lunak dan pendekatan keras dalam penanggulangan radikalisme
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
1. Memberantas Narkoba di Tubuh Kepolisian
Idham tidak akan memberi kelonggaran bagi anggota kepolisian yang tertangkap menggunakan narkoba.
"Kalau memang benar anggota yang terlibat, obatnya cuma satu, tindak, tindak tegas," kata Idham.
Ia mengatakan dirinya tidak akan pandang bulu dalam memberantas narkoba.
"Kalau masyarakat bandar saja kami tindak, masa anggota sendiri enggak. Justru lebih berbahaya kalau anggota Polri itu menggunakan narkoba," lanjut dia.
• Selesai Fit and Proper Test, Idham Azis Kutip Kalimat Habibie: Beri Hamba Petunjuk dan Kekuatan
2. Meningkatkan Citra Polri
Untuk meningkatkan citra polisi di masyarakat, Idham berencana untuk menekan berita negatif melalui manajemen media.
"Manajemen media kami lakukan dengan menekan berita negatif dan mengangkat citra Polri," ujar Idham, seperti diberitakan Kompas.com Rabu, (30/10/2019).
3. Melarang Anggota ke Rumah Dinasnya
Idham mengatakan dirinya tidak pernah menerima anggota kepolisian yang datang menemui dirinya di rumah pribadinya.
"Saya enggak pernah terima kalau ada anggota (polisi) di Pattimura (rumah dinasnya), di kantor saja. Kalau ada urusan lewat WhatsApp, sama saja," kata Idham.
Ia menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.
Idham menambahkan anaknya yang pernah ditilang tetap mengikuti proses hukum yang berlaku.
"Bapak bisa cari track record saya. Untuk urusan itu saya tegak lurus, anak saya ini pernah ditilang, tangkap, proses 'Saya bilang'," ujar dia.
4. Tujuh Program Prioritas