Breaking News:

Kabinet Jokowi

Di ILC, Debat Terjadi antara Ketua PA 212 Haikal Hassan dan Ali Ngabalin, Karni Ilyas 'Turun Tangan'

Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas ikut 'turut tangan' menghadapi perdebatan Haikal Hassan dan Ali Ngabalin.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Channel Youtube Indonesia Lawyers Club
Perdebatan terjadi antara Ketua II PA 212, Haikal Hassan dengan Mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. 

TRIBUNWOW.COM - Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas ikut 'turut tangan' menghadapi perdebatan dua bintang tamunya.

Dua bintang tamu itu antara lain, Ketua II PA 212, Haikal Hassan dengan Mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (28/10/2019).

Mulanya, Haikal Hassan sempat menyinggung pernyataan Ali Ngabalin yang memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 Ketua PA 212 Haikal Hassan Akui Dulu Dukung Prabowo Subianto sebelum Jadi Menhan: Kami Enggak Peduli

"Jadi kalau Pak Ali Mochtar Ngabalin tadi (bilang) '(Jokowi) presiden yang luar biasa', menurut Pak Ali Ngabalin 'Kalau tidak memujinya (Jokowi) ini ada masalah'," ucap Haikal.

"Dan di luar negeri dipuji-puji tapi di dalam enggak, berarti ini ada masalah," kata Haikal menambahkan.

Haikal mengakui dirinya tak akan pernah memuji Jokowi.

"Pak Ali Mochtar Ngabalin, saya tidak akan pernah bisa memuji Pak Jokowi," ucap Haikal.

Ia lantas menyinggung tentang janji Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.

"Karena beliau janjinya pada waktu kampanye 7 persen tapi kenyataan 5 persen pertumbuhan ekonomi, yang mau dipuji yang di mana?," ucap Haikal.

"Jadi mohon maaf kita tidak akan pernah bisa memuji keterbelakangan soal itu," sambungnya.

Babe Haikal Hassan, Ketua II Presididum Alumni 212
Babe Haikal Hassan, Ketua II Presididum Alumni 212 (Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club)

Setelah Haikal Hassan selesai memberikan memberikan argumennya, Ali Ngabalin lantas memberikan klarifikasi apa yang telah diucapkannya.

Ali Ngabalin mengungkapkan pujiannya pada Jokowi didasari oleh sebuah penelitian di Wolfstreet Jurnal.

Jokowi disebut merupakan satu-satunya tokoh yang memperdulikan multikulturalisme.

 Di ILC, Pengamat Bahas Parpol yang Tak Dapat Jatah Menteri: Mungkin Sesajennya Kurang

"Kalau kenapa tadi saya sebut begitu, karena setelah dilakukan penelitian dari International Humanist World itu ada satu penelitian terbesar di Wolfstreet Jurnal menyebutkan bahwa satu-satunya Pemimpin Dunia yang memperhatikan tentang apa yang disebut dengan multikulturalisme adalah Presiden Joko Widodo," jelas Ali Ngabalin.

Dari banyaknya agama dan ras, negara ini dapat hidup saling berdampingan dengan damai.

"Ini sebuah fakta, ini artinya apa Indonesia yang dari Sabang sampai Merauke dengan ras, kultur yang berbeda-beda, agama yang berbeda-beda, tapi diberikan tempat."

"Tempat artinya apa kita sebagai umat Islam yang mayoritas, presidennya Islam, menterinya Islam dan lain-lain memperhatikan berbagai kultur di Indonesia," katanya.

Sehingga, Ali Ngabalin menegaskan bahwa Jokowi sangat memperhatikan masalah itu.

"Makanya berulang-ulang kami bilang Presiden Joko Widodo memperhatikan kerja sama apa, kerja sama hubungan antara orang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu lain-lain."

"Apa yang mau saya bilang dari situ, ternyata dari hasil penelitian itu, Indonesia adalah satu-satunya agama apa saja boleh hidup yang diakuin oleh negara, suku apapun hidup di sini menjadi bagian tempat terbaik," ungkap dia.

Lantas, Ali Ngabalin menilai Indonesia surganya multikulturalisme.

"Makanya kita bilang, Indonesia itu merupakan satu bagian patahan surga yang sengaja Tuhan jatuhkan di Asia untuk seluruh orang kehidupan beragama di negeri ini. Seluruh kultur di sini, maka kita perlu Pancasila," ucap pria asal Fakfak ini.

 Ganjar Pranowo Akui Siap Bantu Santri yang Ramal Prabowo Jadi Menteri: Kita Punya Beasiswa Banyak

Mendengar itu, Haikal Hassan lantas membantah bahwa keharmonisan antar umat bukan jasa Jokowi.

Sudah sejak dahulu, Indonesia sudah hidup damai dalam perbedaan, bahkan sejak era Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.

"Ya, ya itu bukan jasa Jokowi pak, dari jaman Pak Harto juga begitu, semua gitu, Pak SBY juga begitu," kata Haikal Hassan.

Sementara itu, Karni Ilyas sebagai moderator memberikan peringatan pada mereka berdua agar tidak terjadi perdebatan lebih panjang. 

Ia juga sempat memperbaiki kata-kata Haikal Hassan bahwa kedamaian di Indonesia meski dalam perbedaan sudah terjadi sejak 1945 atau Tahun Kemerdekaan.

"Saya kira cukup," kata Karni Ilyas

Lantas, mereka baik Haikal Hasan maupun Ali Ngabalin tampak menurunkan mikrophonenya dan tidak melanjutkan perdebatan.

Lihat videonya sejak menit ke- 5:11:

(TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Indonesia Lawyers Club (ILC)Haikal HassanAli NgabalinKarni Ilyas
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved