Terkini Daerah
Bunuh Ayah Kandung secara Tragis, Wahyudi Serahkan Diri Ke Warga setelah Cor Jenazah Korban
Pernah dirawat di RSJ, Wahyudi tetap dijerat pasal pembunuhan oleh kepolisian. Pihak berwajib menilai pelaku masih normal.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Menurut penuturan Kepala Desa (kades) Rasiun, pelaku sudah tiga kali mendapat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mitra Siaga.
Pelaku mendapat perawatan di RSJ Mitra Siaga karena melakukan penyerangan pada kakak kandung dan ayahnya sebelum akhirnya tewas.
Pada tahun 2017 sang ayah pernah dibacok oleh Wahyudi pada bagian punggung.
Sebelumnya pada tahun 2016, penyerangan juga dilakukan pada kakak pertamanya.
Dibawanya Wahyudi ke RSJ lantaran teror yang selalu diberikannya pada anggota keluarganya.
Wahyudi pertama kali dibawa ke RSJ setelah melakukan penyerangan pada kakaknya pada tahun 2016 lalu.
Lalu, Wahyudi kembali dibawa ke RSJ setelah membacok punggung sang ayah di tahun 2017.
Rasiun menyebut bahwa bahwa Wahyudi tidak terlihat seperti orang gangguan kejiwaan.
Namun ia hanya terlihat seperti orang yang pendiam.
• 7 Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung, Kronologi hingga Pengakuan Pelaku: Bapak Pacaran Lagi Soalnya
"Pelaku kalau kesehariannya wajar mas, seperti orang normal biasa. Pelaku memang dikenal pendiem," ucap Rasiun, Rabu (30/10/2019).
Dibawanya Wahyudi ke RSJ pun bukan karena tindakan aneh yang ditunjukan oleh pelaku.
Tetapi karena penyerangan yang dilakukan pada anggota keluarganya.
"Dia dibawa ke RSJ karena menyerang keluarganya sendiri," ujar Rasiun.
Setelah mendapat pemeriksaan medis, diketahui Wahyudi memiliki rasa ingin melindungi yang tinggi.
Bahkan disebutkan juga bahwa Wahyudi tidak ingin melihat orang terdekatnya terluka.