Kabinet Jokowi
AHY Tak Jadi Menteri lalu Megawati Dituding Dendam pada SBY, PDIP Minta Ingat Lagi Momen Teuku Umar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut memiliki dendam kepada SBY dan AHY. Bagaimana tanggapan PDIP?
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Bahkan, Jokowi disebut gagal meredakan dendam dan mendamaikan Megawati pada SBY.
Hal itu diungkapkan melalui akun resmi Twitternya @AndiArief_.
"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono.
Ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono.
Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu," demikian tulis @AndiArief__ pada Sabtu (26/10/2019).
"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah.
Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," sambung Andi Arief.

Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyebut Megawati memiliki dendam pada SBY dan AHY. (Twitter @AndiArief_)
Komentar Ibas Demokrat Tak Masuk Kabinet Jokowi
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak memilih kader Demokrat sebagai menteri.
Padahal, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah bertemu Jokowi untuk membahas peluang kadernya untuk masuk jajaran menteri, Kamis (10/10/2019).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (23/10/2019), Ibas mengaku hanya bisa menonton proses pemilihan anggota Kabinet Kerja Jilid II.
• Alasan Ruhut Sitompul Hengkang dari Demokrat: Saya Tak Setuju AHY Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta
"Kami menyerahkan penuh karena ini kan hak prerogatif presiden," kata Ibas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).
Soal kadernya yang tak dipilih oleh Jokowi, Ibas enggan berkomentar lebih jauh.
Namun Ibas tetap mengapresiasi pilihan Jokowi.
"Tentu Partai Demokrat tidak dapat menilai lebih lanjut. Kami hanya memberi apresiasi, kami hanya menonton dan melihat," ungkap Ibas.
Dengan demikian, Ibas berharap orang-orang yang dipilih Jokowi menjadi menteri adalah orang yang berkompeten dan sesuai dengan visi misi sang presiden.
"Semoga orang-orang yang dipilih adalah orang-orang kompeten yang sesuai visi misi Pak Presiden, dan tentu bisa membawa kemajuan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," tuturnya.
(TribunWow.com/Mariah Gipty)