Kabinet Jokowi
AHY Tak Jadi Menteri lalu Megawati Dituding Dendam pada SBY, PDIP Minta Ingat Lagi Momen Teuku Umar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut memiliki dendam kepada SBY dan AHY. Bagaimana tanggapan PDIP?
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan sejumlah menterinya di Istana Merdeka pada Rabu (23/10/2019).
Anak dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya santer masuk kabinet Jokowi.
Namun, AHY maupun kader Demokrat lainnya tidak ada yang masuk dalam kabinet Indonesia Maju pilihan Jokowi.
• Gibran Serius Maju Pilwalkot Solo, Pengamat Sebut Jokowi Memudahkan Jalannya, Bandingkan dengan AHY
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, akibat hal tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut memiliki dendam kepada SBY dan AHY.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah akhirnya buka suara.
Said Abdullah membantah bahwa adanya dendam dari Megawati.
Ia justru meminta Andi Arief selaku politisi Demokrat untuk mengingat kembali bagaimana keharmonisan AHY beserta adiknya, Ibas berkunjung ke kediaman Megawati beberapa waktu lalu.
"Kenapa pula Andi Arief tidak mengingat masa-masa manis ketika AHY dan mas Ibas datang ke Teuku Umar, disambut manis oleh ibu, selfie bersama. Itu kan sebuah kehormatan," ujar Said saat dihubungi, Minggu, (27/10/2019).
Sehingga, Said merasa kecewa dengan adanya tudingan bahwa Megawati masih dendam dengan SBY.
"Dan di situlah berakhir, tidak ada istilah dendam apapun. Tiba-tiba hari ini ketika Demokrat tidak masuk satupun di koalisi katakanlah di kabinet pemerintahan Jokowi, tiba-tiba tembakan diarahkan ke ibu Mega. Itu saya sangat menyayangkan pernyataan itu," jelas dia.
• Ruhut Sitompul Hengkang dari Demokrat dan Gabung PDIP, Sebut AHY sebagai Alasan
Said merasa, Megawati menjadi kambing hitam atas tidak masuknya kader Demokrat di dalam kabinet.
"Bayangin kemesraan ibu Mega ketika dengan mas AHY dan mas Ibas, dan mbak Puan di Teuku Umar. Itu kan pertemuan yang luar biasa, momentum yang luar biasa, kemudian ditarik ke soal penyusunan kabinet, ibu Mega yang dijadikan kambing hitam. Lho di mana? Tidak boleh dong," ungkap Said.
Said lantas meminta agar semua pihak bisa instropeksi diri dibanding melempar bola liar ke masyarakat.
"Ayolah kita sama-sama mawas diri mengedepankan etika dalam berpolitik sehingga tidak perlu membuat kegaduhan baru. Itu menurut saya sih," katanya.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah akhirnya buka suara soal Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut memiliki dendam kepada SBY dan AHY. (PDIPERJUANGAN-JATIM.COM)
• Profil 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju, Angela Tanoesoedibjo hingga Wahyu Sakti Trenggono
Sementara itu sebelumnya, Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyebut Megawati memiliki dendam pada SBY dan AHY.
Bahkan, Jokowi disebut gagal meredakan dendam dan mendamaikan Megawati pada SBY.
Hal itu diungkapkan melalui akun resmi Twitternya @AndiArief_.
"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono.
Ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono.
Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupany belum mampu," demikian tulis @AndiArief__ pada Sabtu (26/10/2019).
"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah.
Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," sambung Andi Arief.

Wasekjen Demokrat, Andi Arief menyebut Megawati memiliki dendam pada SBY dan AHY. (Twitter @AndiArief_)
Komentar Ibas Demokrat Tak Masuk Kabinet Jokowi
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak memilih kader Demokrat sebagai menteri.
Padahal, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah bertemu Jokowi untuk membahas peluang kadernya untuk masuk jajaran menteri, Kamis (10/10/2019).
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (23/10/2019), Ibas mengaku hanya bisa menonton proses pemilihan anggota Kabinet Kerja Jilid II.
• Alasan Ruhut Sitompul Hengkang dari Demokrat: Saya Tak Setuju AHY Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta
"Kami menyerahkan penuh karena ini kan hak prerogatif presiden," kata Ibas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).
Soal kadernya yang tak dipilih oleh Jokowi, Ibas enggan berkomentar lebih jauh.
Namun Ibas tetap mengapresiasi pilihan Jokowi.
"Tentu Partai Demokrat tidak dapat menilai lebih lanjut. Kami hanya memberi apresiasi, kami hanya menonton dan melihat," ungkap Ibas.
Dengan demikian, Ibas berharap orang-orang yang dipilih Jokowi menjadi menteri adalah orang yang berkompeten dan sesuai dengan visi misi sang presiden.
"Semoga orang-orang yang dipilih adalah orang-orang kompeten yang sesuai visi misi Pak Presiden, dan tentu bisa membawa kemajuan terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," tuturnya.
(TribunWow.com/Mariah Gipty)