Kabinet Jokowi
Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, Begini Penilaian Sejumlah Pakar
Begini penilaian sejumlah pakar terhadap pemilihan Mahfud MD sebagai Menkopolhukam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Teknologi terkini yang paling mendominasi defence shifting adalah Unmanned System baik UAV, USV maupun USSV. Berikutnya adalah prioritas cyber defence dalam semua bentuk peperangan pada semua tingkatan operasi militer," ujar dia.
• Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, Wiranto: Beliau Juga Waktu Itu Mengganti Saya di Menteri Pertahanan
Kedua macam teknologi tersebut, kata dia, mendorong terjadinya Revolutionary in Military Affairs (RMA) gelombang kedua dengan fokus implementasi Hybrid Warfare.
Karakteristik ancaman saat ini dan ke depan telah banyak berubah sehingga harus dihadapi dengan Hybrid Warfare.
"Pemahaman Defence Shifting harus menjadi pertimbangan utama Menhan baru guna melakukan transformasi di tubuh TNI menjadi kekuatan militer yang disegani di kawasan dengan mengoptimalkan para prajurit yang intelektual. Singkat kata, dalam program 100 hari Menhan baru, maka defence shifting harus dihadapi dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas prajurit TNI. Lahirlah scholar warrior," ucap dia.
• RESMI Ini Daftar Kabinet Kerja Jilid 2 Jokowi-Maruf Amin, Mahfud MD Menkopolhukam, Prabowo Menhan
Sementara itu, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto berharap, penunjukan Burhanuddin sebagai Jaksa Agung dapat memperkuat institusi kejaksaan.
Serta bersama polisi dan KPK bisa berjalan seiringan memberantas korupsi.
ICW meminta, pengawasan internal diperkuat karena masih saja terdapat jaksa yang terjerat KPK agar citra kejaksaan di mata masyarakat kembali membaik.
"Sejauh ini rasanya nama kejaksaan tenggelam dibanding KPK makanya harus ada gebrakan dalam 100 hari ke depan. Bisa terkait perkara korupsi atau yang lain," tutur dia.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Begini penilaian sejumlah pakar terhadap posisi Mahfud MD sebagai Menkopolhukam