Breaking News:

Kabinet Jokowi

Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, Begini Penilaian Sejumlah Pakar

Begini penilaian sejumlah pakar terhadap pemilihan Mahfud MD sebagai Menkopolhukam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Menko Polhukam, Mahfud MD (kiri) didampingi mantan Menko Polhukam, Wiranto memberikan keterangan usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Presiden Jokowi menunjuk Mahfud MD sebagai Menko Polhukam menggantikan Wiranto dalam Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Selain itu, dalam bidang politik Indonesia tidak hanya berkutat pada konstelasi politik dalam negeri.

Akan tetapi, juga aktif dalam politik internasional.

Lebih lanjut, Dewi menilai sosok Mahfud dapat mengkoordinasikan Kementerian/Lembaga di bawahnya dengan baik.

Dewi berharap, ke depannya dalam bidang keamanan, pemerintah lebih mengutamakan pendekatan humanis ketimbang pendekatan lainnya.

Perkenalkan Mahfud MD kepada Pegawai Kemenkopolhukam, Wiranto: Apa yang Kami Lakukan Sudah Banyak

Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, yang penting bagi seorang menteri pertahanan adalah memahami lingkungan strategis pertahanan beserta enthitasnya.

Masalah pertahanan bukan hanya bicara pengadaan barang alutsista, tetapi juga pembangunan SDM dari berbagai komponen.

"Pengentasan masalah radikalisme, terorisme dan intoleransi juga hal yang penting diurus oleh Kemenhan. Pembangunan hubungan bilateral maupun multilateral kawasan pertahanan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab Kemenhan," ujar dia.

Wanita yang kerap disapa Nuning ini mengatakan, dengan mencermati perkembangan lingkungan baik regional maupun global, maka kebutuhan kekuatan TNI harus digelar secara proporsional sesuai dengan eskalasi ancaman.

Bahkan kebutuhan gelar kekuatan TNI juga ditujukan untuk mengantisipasi bencana alam di berbagai daerah sehingga dibutuhkan reaksi kecepatan TNI yang harus hadir minimal 4 jam pasca terjadinya bencana.

"Juga masalah Papua bukan hal yang dapat diabaikan urusannya oleh Kemenhan. Apa yang sedang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai unintended consequence atas suatu dinamika relasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah setempat.

Nuning menilai, kejelian aparat di lapangan membaca situasi dan kondisi sosial masyarakat Papua justru yang berhasil melokalisir permasalahan tidak berkembang menjadi ekses.

Keberanian pimpinan TNI didukung pihak Polri merupakan kunci keberhasilan meredam berbagai hoax.

Ia mengatakan, defence shifting menjadi tema besar yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Menhan baru.

Sebab, banyak negara memberi kebijakan baru terkait defence shifting yang lebih mengarah kepada efisiensi operasi militer dihadapkan pada karakteristik ancaman.

Efisiensi operasi militer diaplikasikan dengan pemanfaatan teknologi terkini sehingga capaian operasi lebih efektif dengan sumber daya sehemat mungkin.

Halaman
123
Tags:
Kabinet JokowiKabinet Indonesia MajuMahfud MDPrabowo SubiantoJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved