Breaking News:

Kabinet Jokowi

Direktur Amnesty International Beri Nilai Buruk pada Kabinet Jokowi: Prabowo Timbulkan Soal Serius

Usman Hamid memberi nilai yang cukup buruk bagi Susunan Kabinet Jokowi pada periode 2019-2024.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube Najwa Shihab
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid jelaskan alasan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). 

Aboe Bakar kemudian menyebut tokoh yang paling menarik adalah para profesional.

Seperti Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dokter Terawan.

"Seperti Terawan itu kan memang seorang dokter yang profesional, Pak Basuki oke, memang bidangnya, Erick oke lah ya, ketua tim sukses, dia mengerti tentang ekonomi" ucap Aboe Bakar.

"Cuma yang paling menarik Nadiem ini, Nadiem ini ceritanya apa, ujung-ujungnya ke pendidikan."

"Tapi mungkin ada pembicaraan 'spesial' dengan Pak Jokowi kali ya," sambungnya.

Najwa Shihab kemudian menanyakan soal politisi yang menjadi menteri.

Aboe Bakar mengatakan, dari partai ada yang bagus.

 Ditanya soal Prabowo, Mahfud MD Cerita Pernah Pimpin Jenderal saat Jadi Menhan: Saya Deg-degan

"Tapi ternyata apabila kita ini setelah pemilu bersatu juga, rasanya kita bagi-bagi duit saja kemarin," ungkapnya.

"Bagi-bagi ada berapa triliun, di bagi buat ini, ini, enggak usah repot-repot pemilu, mati banyak sampai berapa itu 600, 700."

Najwa Shihab kemudian menanyakan kepada Adian Napitupulu yang pernah menolak tawaran jadi menteri.

"Adian Anda kan ditawari menteri tapi menolak, kenapa? Jarang orang yang menolak ditawari menteri," tanya Najwa Shihab.

Menjawab hal itu, Adian Napitupulu langsung membeberkan alasannya.

"Kenapa menolak? Ya saya merasa bukan talenta saya saja, pertama itu," jawab Adian Napitupulu.

"Kedua saya merasa lebih bisa bekerja leluasa di DPR."

"Kalau misalnya gini, kalau misalnya di kemenaker gitu ya, lalu saya bicara apa? Buruh, jam kerja, cuti, apa yang berkaitan dengan buruh."

Halaman
1234
Tags:
Kabinet JokowiAmnesty International IndonesiaPrabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved