Kabinet Jokowi
Direktur Amnesty International Beri Nilai Buruk pada Kabinet Jokowi: Prabowo Timbulkan Soal Serius
Usman Hamid memberi nilai yang cukup buruk bagi Susunan Kabinet Jokowi pada periode 2019-2024.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sehingga, Usman Hamid merasa masalah rivalitas Jokowi pada Prabowo sebelumnya dan kini justru menjadi sekutu bukan sesuatu yang mengagetkan.
Gerindra, Prabowo dan Jokowi maupun PDIP sebelumnya sudah beberapa kali berkoalisi.
"Kalau dilihat cepres-capres sebelumnya malah tidak mengejutkan lagi karena tiga Pilpres sebelumnya kan Ibu Mega dan Pak Prabowo satu pasangan, dalam Pilgub DKI juga Gerindra dan PDIP sudah bersatu mempromosikan Jokowi," lanjut Usman Hamid.
Lihat videonya mulai menit ke-3:26:
Adian Napitupulu Tolak Jadi Menteri Jokowi
Politisi PDIP Adian Napitupulu mengungkapkan alasan mengapa dirinya menolak tawaran menjadi menteri.
Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/10/2019).
Awalnya, presenter Najwa Shihab lebih dulu meminta Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi memberikan penilaian terkait komposisi menteri Jokowi.

• Buru-buru Ingin Tengok Kantor Kementerian, Prabowo Subianto Mengaku akan Pelajari Situasi
• Menteri Edhy Prabowo ke Pegawai KKP: Saya Diterima atau Ditolak? Saya Datang Kok Diam, Kenapa Ini?
"Oposisi kasih nilai berapa komposisi menteri hari ini yang dilantik," tanya Najwa Shihab.
"Kalau oposisi enggak boleh kasih nilai baik selalu," ujar Aboe bakar.
"Jadi paling tidak saat ini kita kasih 50 persen lah ya, kalau nilainya 10 terbaik, ya 5,5 lah," imbuhnya.
Najwa Shihab lantas menyebut itu angka yang sangat kecil.
"Tidak lulus itu kalau 5,5, " celetuk Najwa Shihab yang diiyakan oleh Aboe Bakar.
"Masih masuk, masih lah sedikit," jawab Aboe Bakar.
Najwa Shihab kemudian menanyakan siapa tokoh menteri menurut Aboe Bakar yang memiliki track record bagus dan paling menarik.