Cerita Selebriti
TERNYATA di Usia 13 Tahun Ariel Tatum Pernah Coba Bunuh Diri, Apa Alasannnya?
Artis peran Ariel Tatum mengungkapkan dirinya pernah mencoba bunuh diri karena mengalami depresi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Artis peran Ariel Tatum mengungkapkan dirinya pernah mencoba bunuh diri karena mengalami depresi.
Hal ini diungkapkan Airel Tatum saat ditumi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019).

• Berulangkali Sempat Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Ariel Tatum Ungkap Hal yang Buat Tetap Survive
• Sempat Tak Mau Balik ke Dunia Tarik Suara, Ariel Tatum Ungkap Traumanya saat Promo Lagu 7 Tahun Lalu
Dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube MOP Channel, Sabtu (19/10/2019), Ariel Tatum mengaku depresi itu diperolehnya saat berusia 13 tahun.
"Ya beberapa kali pernah melakukan percobaan bunuh diri, Waktu umur 13 tahun pertama kalinya" ungkap Ariel Tatum.
Ariel Tatum dinilai memiliki gangguan jiwa bipolar hingga trauma past life.
Ia berkata ada tekanan yang mengawali depresinya.
"Tekanan menurut aku iya, sama seperti tadi aku bahas juga. Tentang body shamming itu tekanan banget menurut aku," ujar Ariel Tatum.
Ia berkisah saat itu dirinya yang duduk di bangku kelas 5 SD telah disibukkan dengan sejumlah rutinitas.
Seperti syuting iklan maupun mengikuti drama musikal.
"Aku di dunia industri dari kelas lima SD waktu itu aku iklan, main drama musikal," cerita Ariel Tatum.
• Lirik Lagu dan Video Klip Sampai Mati, Single Terbaru Ariel Tatum yang Baru Dirilis di YouTube
Mantan Ryuji Utomo ini menuturkan isu tetang dirinya mulai berkembang di teman-temannya.
"Terus pas aku SD udah pada mulai teman aku gosip-gosip, terus abis itu udah muncul Twitter, mySpace dan itu semua udah pada mulai body shamming terus gitu. Itu salah satu faktornya," ungkapnya.
Ia lantas mengatakan kesadaran akan penyakitanya yang membuatnya bisa bertahan hingga saat ini.
"Yang bikin aku jadi survive tentang kesadaran aku sendiri tentang aku sudah tidak wajar dan aku sick profesional help, jadi yang masih buat aku ada sampai saat ini ada medication sama rutin ke dokter juga," papar Ariel Tatum.
Ariel Tatum mengaku hingga kini rajin pergi ke dokter untukberkonsultasi perkembangan penyakitnya.
"Kalau ke psikiater untuk obat-obatan, untuk sharing juga terus kalau ke dokter Linda untuk hypnoterapi untuk sharing sesion juga."
"Itu kalau menurut aku itu sesuatu yang harus di-maintence, mungkin sekarang udah enggak seminggu sekali, dulu parahnya seminggu tiga kali."
Ia mengisahkan di awal dirinya tahu akan masalah dirinya takut untuk bercerita.
"Aku dari umur 13 tahun udah menerima, 'Oh ini ada something wrong', enggak menerima enggak ada, cuma ada rasa takut kalau keluarga tahu. Bukan publik ya. Makanya aku awalnya ngumpet-ngumpet dan keluarga aku ternyata sangat support akan hal itu," ujarnya.
"Dari 13 tahun aku cari psikolog tapi baru nemu yang tepat itu, udah enggak pernah ganti-ganti itu dari tiga tahun belakangan," papar sahabat Yuki Kato ini.
• Setelah Aurel, Kini Giliran Ariel Tatum Pemotretan dengan Tema The Little Mermaid
Ia lantas mengajak agar para penderita depresi tak perlu malu untuk memeriksakan dirinya ke dokter.
Jika dirinya saha tak malu apalagi masyarakat yang bukan publik figure.
"Aku jujur baru ngeh ya gue ke rumah sakit jiwa enggak pake masker enggak malu, jadi menurut aku enggak perlu malu deh, aku yang dikenali masyarakat aja aku enggak malu."
"Kenapa kalian yang bukan publik figur harus malu," pungkasnya.
Lihat di menit ke 16.09:
Apa Itu Borderline Personality Disorder
Dikutip dari hellosehat.com, Minggu (20/10/2019), Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang ditandai dengan perasaan, mood dan perilaku yang tidak menentu.
BPD umumnya terjadi pada masa remaja atau masa awal dewasa.
Ada banyak tanda yang mengawali penyakit ini dan yang paling berbahaya adalah bunuh diri dan menyakiti diri sendiri.
• Ariel Tatum Bikin Puisi Pelipur Lara: Melewati Air Mata yang Dulu Selalu Jatuh
Sekitar 4-9% orang dengan borderline personality disorder cenderung memiliki perilaku ingin bunuh diri atau mencoba untuk bunuh diri.
Pada kasus tertentu, perilaku menyakiti diri sendiri dapat membahayakan hidup, seperti menyilet, membakar, memukul, menjedotkan kepala, menjambak rambut dan tindakan berbahaya lainnya.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)