Kabinet Jokowi
Sandiaga Uno Mengaku Belum Pantas Menjadi Menteri, Sebut Prabowo dan Sosok Ini Lebih Layak
Sandiaga Uno sebutkan dua nama kader Partai Gerindra yang pantas diangkat menjadi menteri pada kabinet kerja jilit II Jokowi.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Lailatun Niqmah
Ia pun mengaku banyak berkirim pesan WhatsApp, dengan beberapa kader Gerindra lainnya.
• Ramai Kasus Wiranto, Sandiaga Uno Santai meski Tahu Risiko Jadi Pejabat Publik, Ini Penyebabnya
"Jadi saya belum berinteraksi lagi sama teman-teman Gerindra."
"Pengin dengar satu-satu, ini lagi saya WhatsApp-in temen-temen Gerindra minta waktu, minta potensi energinya terutama ada 78 rekan-rekan yang bertugas di DPR," ujar Sandiaga Uno.
Selain itu, Sandiaga Uno ingin berbagi pendapat dengan para rekan kader Gerindra yang duduk di kusri DPR.
Ia mengaku ingin memberikan masukan yang sesuai dengan pemikiran masyarakat milenial.
"Saya ingin membantu memberikan masukan kepada mereka gimana Gerindra bisa nyambung sama milenial," ujar Sandiaga Uno.
Lihat video berikut:
Gerindra Bantah Siapkan Sandiaga sebagai Menteri
Bursa menteri Kabinet Kerja Jilid II pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin panas dibicarakan, terutama jelang pelantikan presiden 20 Oktober 2019 nanti.
Satu di antara nama yang santer dirumorkan jadi menteri adalah politisi Gerindra Sandiaga Uno.
Dilansir TribunWow.com dari tayangan YouTube Official iNews, Kamis (17/10/2019), Gerindra akhirnya angkat bicara mengenai rumor tersebut.
• Ngaku Sempat Ditawari Prabowo untuk Balik Jadi Wagub DKI, Sandiaga: Pak Ini Sinyal yang Sangat Salah
Gerindra dengan tegas membantah bahwa kembalinya Sandiaga Uno ke partai yang diketuai Prabowo Subianto itu untuk disiapkan jadi menteri Jokowi.
Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa kembalinya Sandiaga ke Gerindra kemungkinan akan mengisi posisi Sandi sebelumnya.
"Pak Sandi akan kembali ke jabatan awal Beliau, Pak Prabowo juga tadi sudah menyebutkan bahwa welcomeback," kata Dahnil Anzar.
Dahnil Anzar menyebut Sandiaga akan fokus di Partai dan tidak disiapkan untuk jadi menteri Jokowi.