Menkopolhukam Wiranto Diserang

Ramai Kasus Wiranto, Sandiaga Uno Santai meski Tahu Risiko Jadi Pejabat Publik, Ini Penyebabnya

Sandiaga Uno tetap santai pasca-penyerangan pada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (menkopolhukam) Wiranto.

Ramai Kasus Wiranto, Sandiaga Uno Santai meski Tahu Risiko Jadi Pejabat Publik, Ini Penyebabnya
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Sandiaga Uno di komplek Parlemen Senayan, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pengusaha sekaligus politisi dari Partai Gerindra Sandiaga Uno tetap santai pasca-penyerangan pada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (menkopolhukam) Wiranto.

Saat membicarakan mengenai tragedi penyerangan pada Wiranto, Sandiaga Uno mengungkap memiliki sebuah perusahaan pengamanan.

Bahkan ia memiliki julukan tersendiri untuk para pengawalnya yang berasal dari perusahaan pengamanan miliknya, yaitu The Kabayans.

Hal itu diceritakan pada kanal YouTube Deddy Corbuzier yang tayang pada Selasa (15/10/2019).

Politisi Gerindra Sandiaga Uno memberikan pendapat mengenai penyerangan yang menimpa Menteri Koordinatot Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.
Politisi Gerindra Sandiaga Uno mengaku miliki perusahaan pengamanan yang mendapat julukan darinya 'The Kabayans'. (YouTube Deddy Corbuzier)

 

Diminta Beri Tanggapan atas Penyerangan Wiranto, Sandiaga Uno: Kan Bukan Lagi Lomba Cepat-cepatan

Pada tayangan itu, host Deddy Corbuzier menanyakan mengenai pengamanan yang digunakan oleh seorang Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno diketahui pernah menjadi pejabat publik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan calon wakil presiden 2019.

Ia pun menyebut bahwa profesi sebagai pejabat publik memang memiliki risiko yang besar.

"Iya risikonya gede (sebagai pejabat publik), makanya kita harus punya intelejen yang kuat, data yang kuat," ucap Sandiaga Uno.

"Kita harus tahu, kayak daerah mana sekarang ini it's actually semua harus waspada ya," tambahnya.

Sandiaga Uno juga menyebut serangan pada Wiranto membuktikan bahwa semua pejabat memiliki risiko buruk dalam pekerjaannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved