Breaking News:

OTT KPK

Rentetan Kasus Dugaan Korupsi Selama 2 Bulan Terakhir, 5 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) giat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) untuk memberantas para koruptor.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. KPK resmi menahan tiga orang tersangka yakni Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dan Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari sebagai penyuap terkait dugaan suap perjalanan dinas. 

TRIBUNWOW.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) giat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) untuk memberantas para koruptor.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, setelah UU KPK disahkan pada 17 September 2019, ada 3 OTT yang dilakukan KPK.

Lalu, hanya dalam dua bulan lembaga antirasuah itu berhasil menangkap setidaknya lima kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi.

Berdasarkan data Kompas.com, berikut lima kepala daerah yang terjaring OTT KPK dalam dua bulan terakhir:

Fakta OTT Wali Kota Medan, Staf Protokol Kabur Diduga Bawa Uang dan Nyaris Tabrak Tim KPK

1. Wali Kota Medan

KPK berhasil menjaring Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, lewat OTT, Rabu (16/10/2019).

Dalam operasi tersebut tim KPK juga berhasil mengamankan total tujuh orang dan uang lebih dari Rp 200 juta.

Berdasarkan laporan Kompas.com, Rabu (16/10/2019), OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi di lingkungan dinas Pemerintah Kota Medan.

2. Bupati Indramayu

Bupati Indramayu Supendi juga terjaring OTT KPK, Senin (14/10/2019).

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Supendi dan tujuh orang lainnnya.

Berdasarkan laporan Kompas.com, Rabu (16/10/2019), OTT dilaksakaan karena KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Bupati kepada rekanan terkait beberapa proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

Supendi diduga menerima total uang Rp 200 juta dengan rincian Rp 100 juta pada bulan Mei yang digunakan untuk THR dan Rp 100 juta untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah pada tanggal 14 Oktober 2019.

Pemberian uang tersebut merupakan fee atas 7 proyek jalan di Dinas PUPR Indramayu, yakni pembangunan Jalan Rancajawad, Jalan Gadel, Jalan Rancasari, Jalan Pule, Jalan Lemah Ayu, Jalan Bondan-Kedungdongkal dan Jalan Sukra Wetan-Cilandak.

Ini Kekayaan dan Profil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang Kena OTT KPK, Hartanya Capai Rp 20 M

3. Bupati Lampung Utara

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
KorupsiWali Kota MedanKPKBengkayangOTT KPK
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved