Breaking News:

Buzzer Medsos

Sebut Buzzer Anti-pemerintah Alami Ketidakadilan, Dahnil Anzar: Terpeleset Sedikit Saja Ditangkap 

Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar mengakui selama ini banyak buzzer anti-pemerintah yang mudah dijerat hukum.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar YouTube Indonesia Lawyers Club
Dahnil Anzar saat di ILC menyebut ada ketidakadilan yang diterima buzzer anti-pemerintah. 

Simak video selengkapnya berikut ini menit 9.25:

Dahnil Anzar Sebut Kualitas Pemerintah dan Politisi di Indonesia Tak Baik

Dalam kesempatan itu, sebelumnya Dahnil Anzar menilai semakin bertambahnya buzzer dipengaruhi oleh kualitas kerja pemerintah dan para politisi.

Dahnil Anzar menganggap saat ini pengguna media sosial cenderung tak menggunakan gagasan dan pemikiran sendiri saat menyampaikan informasi.

"Karena penguna social media sedikit yang bisa memproduksi ide dan gagasan yang otentik, kita butuh ontetisitas, kita butuh originalitas, ini tidak diproduksi," tutur Dahnil Anzar.

Saat ini di media sosial jumlah buzzer lebih banyak dibandingkan dengan influencer .

Dahnil Anzar menilai fenomena tersebut menunjukkan politisi di Indonesia tidak berkualitas.

"Masalahnya kenapa kemudian buzzer kita lebih ramai ketimbang influencer bagi saya ini adalah sinyal bahwasanya percakapan dan perilaku politisi kita memang tidak berkualitas," kata Dahnil.

Ia menyatakan, semakin maraknya buzzer di media sosial juga menunjukkan pemimpin di Indonesia yang tidak memiliki kualitas yang baik.

"Pemimpin kita tidak berkualitas, kenapa lebih banyak buzzer ketimbang influencer, kenapa?," ujar Dahnil Anzar.(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
BuzzerDahnil AnwarDahnil Anzar SimanjuntakIndonesia Lawyers Club (ILC)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved