Breaking News:

Buzzer Medsos

Di ILC, Haikal Hassan Jelaskan Hukum Buzzer Bayaran dalam Islam: Saya Bersumpah demi Allah, Bang

Ketua II Persaudaraan Alumni, Haikal Hassan mengungkapkan hukum buzzer bayaran bagi masyarakat khususnya yang beragama Islam.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Capture YouTube Talk Show tvOne
Ketua II Persaudaraan Alumni, Haikal Hassan mengungkapkan hukum buzzer bayaran bagi masyarakat khususnya yang beragama Islam pada acara ILC, Selasa (7/10/2019). 

Sehingga, Haikal Hassan menjelaskan bahwa PA 212 tidak menggunakan buzzer bayaran.

"Jadi saya bersumpah atas nama bangsa Indonesia pak, yang namanya buzzer bayaran di tempat kami, tidak ada sekali buzzer bayaran di tempat kami," tegas dia.

Lantas, Haikal Hassan menjelaskan prinsip kelompoknya dalam menyebarkan informasi.

Dituding sebagai Buzzer karena Masalah Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung: Saya di Atas Gunung

Pertama, mereka harus mengetahui bahwa suatu informasi yang disebar benar atau tidak

"Dan kami punya prinsip gitu loh untuk menyebarkan, satu bener enggak berita ini , bener atau tidak?," katanya.

Lalu, jika memang informasi itu terbukti benar, jangan disebarkan jika memang tidak bermanfaat.

"Kalau benerpun tidak boleh disebarkan, kecuali seleksi yang kedua, bermanfaat enggak," lanjut Haikal.

Kendati demikian hal itu belum cukup, suatu informasi bisa disebar jika tidak menyakiti perasaan orang lain.

"Kalau bener dan bermanfaat belum juga disebar, nyakitin hati orang enggak, nyakitin agama orang enggak, nyakitin perasaan orang enggak, nyakitin parrtai orang enggak, kalau umpamanya kita nyakitin lebih baik buat komunitas dulu dan tidak akan kami sebar," paparnya.

Lihat videonya sejak menit ke-2:00:

Dalam kesempatan itu, Haikal Hassan juga ikut berkomentar soal Ninoy Karundeng.

Haikal Hassan memprotes mengenai tema ILC yang seharusnya tak terus menerus diputarkan video Ninoy Karundeng yang mengaku mendapat penganiayaan dari belasan orang.

 

 Pengakuan Lengkap Ninoy Karundeng saat Dianiaya hingga Trauma: Akan Dipecah Kepala Saya

Ia lantas memprotes bahwa video tersebut membuat munculnya framing bahwa Ninoy tengah dianiaya oleh suatu kelompok.

"Mohon mau kritik Bang Karni kalau diijinkan. Kita lagi bahas buzzer siapa yang bermain, lalu yang ditayangkan terus muka Ninoy yang bengep digebukin," ujar Haikal.

"Terjadi framing di semua orang yang nonton bahwa dia dipukuli oleh satu kelompok."

Halaman
123
Tags:
Indonesia Lawyers Club (ILC)Haikal HassanBuzzer
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved