Bencana Kabut Asap Karhutla
Presiden Jokowi Unggah Perjuangan Berbagai Kalangan Padamkan Api Karhutla: Segenap Upaya Ditempuh
Jokowi sebut perjuangan berbagai lembaga dan komunitas sudah tunjukkan hasil signifikan, sepekan terakhir titik api karhutla berkurang.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo mengunggah video perjuangan berbagai kalangan, mulai dari lembaga negara hingga komunitas untuk memadamkan api kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.
Dilansir TribunWow.com, Jokowi mengunggah video perjuangan tersebut melalui Instagram @jokowi, Jumat (4/10/2019).
Dalam keterangan video itu, Jokowi menyebut beberapa pejuang pemadam kebakaran di antaranya Manggala Agni dari Departemen Kehutanan, TNI, dan Polri.

• Awkarin Turut Padamkan Api Karhutla di Kalimantan: Bakarnya Gampang, Madaminnya Susah Setengah Mati
Ada juga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hingga Komunitas Masyarakat Peduli Api juga ikut serta untuk memadamkan api karhutla yang menyebabkan kabut asap itu.
Jokowi menyebut kerja keras mereka sudah menunjukkan hasil.
"Kerja keras para Manggala Agni, jajaran TNI dan POLRI, BPPT dan BMKG, BNPB, serta BPBD dan Masyarakat Peduli Api di Sumatra dan Kalimantan telah menunjukkan hasil," tulis Jokowi.
Jokowi juga menceritakan berbagai upaya yang sudah ditempuh para pejuang.
• Warga Panen Ikan Predator di Lokasi Karhutla Mempawah, Beratnya Capai Puluhan Kilogram
Mulai dari menyemai garam untuk membuat hujan buatan, hingga memadamkan api secara langsung di ribuan titik api yang tersebar.
"Segenap upaya mereka tempuh untuk memadamkan api," ungkap Jokowi.
"Melalui udara, ada 45 pesawat atau helikopter dikerahkan menyemai lebih 200 ton garam untuk mempercepat pertumbuhan awan sehingga turun hujan."
"Dan melakukan upaya waterbombing di seluruh kawasan yang terbakar. Di darat, petugas dan relawan berjibaku memadamkan api langsung di hutan-hutan gambut."
Jokowi mengaku bersyukur perjuangan mereka tidak sia-sia dan karhutla sudah berkurang signifikan dalam seminggu terakhir.
"Alhamdulillah, sepekan terakhir, kebakaran hutan dan lahan telah berkurang jauh," pungkasnya.
• Disebut Ngelunjak karena Tolak Bertemu Jokowi, BEM Trisakti: Membiarkan Kesalahan adalah Kejahatan
Kepala BNPB Doni Monardo turut berkomentar dalam video tersebut.
Doni Monardo menyebut Jokowi sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memadamkan api karhutla pada lahan ratusan ribu hektar itu.
"Jumlah lahan seluruhnya itu mencapai 328 ribu hektar, dalam hal ini Bapak Presiden telah menugaskan semua lembaga, mulai dari pencegahan sampai dengan penanggulangan," terang Doni Monardo.
Senada dengan Jokowi, petugas lapangan TNI AD Yusnardi menyebut hasil pemadaman api sudah cukup lumayan.
Ia menegaskan perjuangan itu memang tidak mudah lantaran sebagian besar api muncul di lahan gambut sehingga sulit dipadamkan.
"Sudah cukup lumayan, titik api sudah tidak ada lagi yang besar," kata Yusnardi.
"Tapi masih ada titik-titik api yang menyebar karena ini lahan-lahan gambut."
• Rosi Singgung Demo Ingin Jatuhkan Jokowi, Haris Azhar: Itu dari Mantan 02, Bukan dari Mahasiswa
Dalam video itu, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan yang akan memperparah karhutla.
"Oleh sebab itu saya mengajak seluruh masyarakat, seluruh rakyat untuk tidak membakar lahan," ucap Jokowi.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (5/10/2019), BPPT akan terus menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) meski titik api karhutla sudah jauh berkurang.
Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Utama UPT Hujan Buatan BPPT Edvin Aldrian di Gedung BNPB, Rabu (2/10/2019).
"Selama bulan Oktober (2019), operasi penyemaian garam dari udara tetap dilakukan oleh gabungan BPPT, BMKG dan TNI AU," ungkap Edvin.
Edvin menyebut perjuangan TMC dalam beberapa minggu terakhir sudah berhasil menurunkan hujan di beberapa daerah.
Di antaranya Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jambi.
Meski titik api berkurang drastis, BPPT bersama BMKG, TNI, hingga pemerintah daerah tetap akan terus membuat hujan buatan.
"Rencananya kami akan menyemai garam NaCl dengan jumlah lebih besar ke wilayah terdampak karhutla dengan menggunakan pesawat Hercules C-130," tuturnya.
(TribunWow.com/Ifa Nabila)