Gempa Bumi
Wiranto Sebut Pengungsi Gempa di Maluku Beban Pemerintah, DPRD Maluku: Tanda Tak Punya Hati Nurani
DPRD Maluku Rovik Akbar Affifudin mengatakan, pernyataan Wiranto terkait pengungsi di Maluku sangat melukai perasaan seluruh masyarakat.
Editor: Lailatun Niqmah
Wiranto menyatakan rasa kecewanya, lantaran pernyataan dia yang ditujukan untuk menenangkan masyarakat Maluku, justru diputarbalikkan sejumlah pihak untuk menyerang dirinya.
Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/10/2019), Wiranto mengatakan dirinya tak pernah sengaja untuk melukai hati rakyat Maluku yang sedang berduka.
Wiranto menjelaskan bahwa dalam rapat koordinasi pada 30 September 2019, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, membludaknya pengungsi karena adanya informasi menyesatkan dan simpang siur tentang akan adanya gempa bumi yang lebih besar serta tsunami.
“Padahal tak ada lembaga resmi yang menyatakan itu,” kata Wiranto seperti dikutip dari Tribunnews.com.
• Mayoritas Pimpinan BPK dari Politisi, Faisal Basri: Saya Tak Mengatakan Maling, tapi Anda Bisa Lihat
Untuk itu, Wiranto menjelaskan bahwa pemerintah pusat mengimbau masyarakat yang rumahnya masih aman, untuk kembali ke kediaman masing-masing.
“Imbauan itu diberikan untuk kebaikan masyarakat juga, karena di pengungsian pasti akan banyak masalah yang dihadapi seperti pendidikan dan kesehatan. Itu sebenarnya hasil rapat tersebut,” kata Wiranto.
Wiranto mengakui bahwa pernyataannya untuk menenangkan masyarakat itu justru diputarbalikkan untuk menyerang dirinya.
“Namun semua itu semoga dapat diselesaikan secara sabar. Semoga penjelasan saya ini dapat diterima,” kata Wiranto. (Kompas.com/Rahmat Rahman Patty)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kritik Pedas Legislator Maluku dan Jawaban Wiranto soal Salah Paham"