Gempa Bumi
Wiranto Sebut Pengungsi Gempa di Maluku Beban Pemerintah, DPRD Maluku: Tanda Tak Punya Hati Nurani
DPRD Maluku Rovik Akbar Affifudin mengatakan, pernyataan Wiranto terkait pengungsi di Maluku sangat melukai perasaan seluruh masyarakat.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto yang menyebut banyaknya pengungsi gempa bumi di Maluku menjadi beban pemerintah, menuai kecaman dari berbagai pihak.
Salah satu anggota DPRD Maluku Rovik Akbar Affifudin mengatakan, pernyataan Wiranto terkait pengungsi di Maluku sangat melukai perasaan seluruh masyarakat.
Khususnya, bagi warga di Maluku yang terdampak langsung bencana tersebut.
• Wiranto Sebut Ada Upaya Gabungkan Teroris dengan Demo
“Bencana gempa di Maluku ini korban jiwanya banyak, rumah-rumah juga banyak yang rusak. Seharusnya negara menguatkan secara psikologis, bagi warga yang masih trauma," kata Rovik kepada Kompas.com, Jumat (4/10/2019).
Menurut Rovik, persoalan pengungsi di Maluku seharusnya direspons dengan baik oleh pemerintah pusat.
"Jujur kami sangat tersinggung dengan pernyataan Pak Wiranto,” kata Rovik.
Rovik mengatakan, selain karena masih trauma, banyak warga memilih mengungsi karena gempa tersebut merusak banyak rumah-rumah warga.
Bahkan, hingga saat ini gempa-gempa susulan masih terus terjadi.
• Video Detik-detik Kepanikan Warga saat Gempa 7,2 SR di Maluku Utara, Ahli Sebut soal Bom Hiroshima
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, pernyataan Wiranto yang menyebut pengungsi Maluku menjadi beban pemerintah sangat tidak elok.
“Pernyataan seperti itu menandakan Pak Wiranto tidak punya hati nurani," kata Rovik.
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah Said Patta juga berpendapat yang sama.
Menurut dia, pernyataan Wiranto juga telah merendahkan masyarakat Maluku.
“Dia (Wiranto) berbicara atas nama negara, dan menuduh pengungsi Maluku membebani pemerintah. Itu pernyataan yang sangat tidak manusiawi,” ujar Said saat dihubungi.
• VIDEO Korban Tabrak Lari di Sukoharjo, Terduga Driver Ojol Sudah Tabrak 2 Orang dalam Sehari
Sebelumnya Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy juga menyebut pernyataan Wiranto dalam merespons pengungsi di Maluku sangat menusuk dan menyakitkan.
Jawaban Wiranto